Selamat Datang di Website Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat
Peta Situs  Kontak    Mail    Login   
Selasa,   21 Oktober 2014
 
891 hektar hutan Sumut terbakar

Kebakaran dan perambahan hutan menyebabkan terjadinya perubahan iklim yang terjadi saat ini, bahkan hal tersebut juga menyebabkan terjadinya bencana banjir bandang, longsor, kekeringan yang berkepanjangan dan sebagainya. Demikian diucapkan Staf Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumatera Utara, Siti Bayu Nasution.

Seluas 891 hektar hutan di Sumatera Utara terbakar, dimana 123 hektar di antaranya merupakan kawasan hutan lindung dan 764 hektar adalah ladang dan kebun masyarakat. Hal ini merupakan salah faktor penyebab perubahan iklim di Sumatera Utara, tuturnya, tadi malam.

Selain kebakaran hutan penyebab perubahan iklim, lanjutnya, juga disebabkan oleh perambahan hutan di Sumut seluas 694.295 ha pada tahun 2007 yang terdiri atas hutan lindung seluas 207.575 ha, kawasan konservasi (32.500 ha), hutan bakau (54.220 ha) dan hutan produksi (400.000 ha).

Nasution mengatakan, perubahan iklim tersebut menyebabkan bencana banjir bandang seperti yang terjadi di Madina, Tapsel dan Bahorok, tanah longsor, hujan di musim kemarau dan kekeringan berkepanjangan Banjir melanda kota Musim panas yang sangat sangat ekstrim di Medan dan kerusakan hutan mangrove.

Mantan aktifis Mapala ini menjelaskan, Pemprovsu dalam Rancangan Pembangun Jangka Menengah (RPJM) tahun 2006-2010 tentang arah Kebijakan Pembangunan Sumber Daya Alam (SDA) dan Lingkungan Hidup (LH) mengambil beberapa kebijakan yakni peningkatan pengawasan yang ketat terhadap pemanfaatan sumber daya alam serta pengelolaan lingkungan hidup, pengembangan program kali bersih (surat pernyataan kali bersih/superkasih) dan sungai sehat, langit biru, kota hijau (Adipura).

Kemudian, peringkat kinerja perusahaan (Proper), bumi lestari dan pantai lestari serta pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil, pengendalian kerusakan tanah, tata air, habitat serta perlindungan keanekaragaman hayati dengan pendekatan ekosistem. "Hal inilah yang kita lakukan untuk mengantisipasi merebaknya pembakaran hutan dan perambahan hutan untuk meminimalisir perubahan iklim," ungkapnya.

Sementara itu, staf Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, Ida Marni Ginting mengatakan, kebakaran hutan pada umumnya disebabkan oleh faktor manusia sebanyak 99 %, baik disengaja ataupun karena kelalaian.

"Padahal UU 41/1999 tentang Perlindungan Hutan pasal 47 menyatakan mencegah dan membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang disebabkan oleh perbuatan manusia, ternak, kebakaran, daya-daya alam, hama, serta penyakit. Kemudian, mempertahankan dan menjaga hak-hak negara, masyarakat dan perorangan atas hutan, kawasan hutan, hasil hutan, investasi serta perangkat yang berhubungan," katanya.

Oleh karena itu, Wakil Rektor III UMA, Zulheri Noer mengharapkan, Mapala UMA aktif dalam menyuarakan urusan lingkungan hidup. "Urusan lingkungan hidup bukan hanya tugas pemerintah tapi kewajiban bagi kita semua manusia yang membutuhkan oksigen," katanya.

UMA sendiri, katanya, sudah lama mengkampanyekan dan melakukan aksi terhadap kelestarian lingkungan di antaranya UMA bekerjasama dengan dinas kehutanan Sumut membagi 65.000 bibit pohon ke masyarakat untuk ditanam.



Sumber ( Waspada.co.id)

  >> Ke Indeks Berita 




Polling
  Menurut Anda Populasi pohon di Kota Bandung
Sangat Banyak
Cukup Banyak
Kurang Banyak
Sedikit
Sangat Kurang


Peta Kawasan Hutan
Pelayanan



 

Copyright © Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat