Selamat Datang di Website Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat
Peta Situs  Kontak    Mail    Login   
Kamis,   24 April 2014
 
Tinggi Muka Air Waduk Jatiluhur Turun

Tingginya curah hujan yang terjadi belakangan ini, terutama di daerah hilir Sungai Citarum, tidak menyebabkan peningkatan tinggi muka air Waduk Jatiluhur. Dibandingkan dengan Selasa (9/11), tinggi muka air Waduk Jatiluhur sempat mencapai 101,67 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedangkan pada Rabu (10/11) mengalami penurunan 0,11 meter menjadi 101,56 mdpl.

Meskipun demikian, adanya penurunan tinggi muka air Waduk Jatiluhur itu disebabkan pihak PJT pada malam hari kerap mengeluarkan air dalam volume yang besar. Hal tersebut diakui Kepala Desa Cikaobandung Saeful Hidayat kepada "PR", Rabu (10/11).

Ia menjelaskan, dampak dari pengeluaran air dari Waduk Jatiluhur menyebabkan wilayahnya di Desa Cikaobandung kerap diterjang banjir, terutama pada malam hari. "Memang kalau malam hari air yang menerjang daerahnya selalu meninggi. Setelah diteliti, ternyata pada malam hari PJT II mengeluarkan air dalam volume besar ke hilir (tarum)," kata Saeful.

Saeful membenarkan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa pengeluaran air yang demikian besar dilakukan PJT II dengan tujuan untuk mengimbangi ketinggian air di Waduk Jatiluhur. "Air dikeluarkan dalam jumlah besar agar tinggi muka air Waduk Jatiluhur tidak terlalu tinggi apalagi melebihi ambang batas," tuturnya.

Pengeluaran air

Direktur Teknik PJT II Ahmad Gojali ketika dihubungi membenarkan adanya pengeluaran air dalam volume besar pada malam hari. Hal itu dilakukan guna menghindari tinggi muka air Waduk Jatiluhur melebihi ambang batas (di atas 107 mdpl). Oleh karena itu, pada tinggi muka air sekarang PJT II berusaha secara maksimal mengatur agar tidak mencapai angka ambang batas.

Walaupun demikian, Ahmad Gojali mengatakan, pengeluaran air dalam volume besar selalu dikoordinasikan dengan semua pihak. "Pengeluaran air oleh PJT II tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi selalu dikoordinasikan," katanya.

Ia menjelaskan, sebenarnya PJT II bisa saja menutup pintu pengeluaran air (hollow jet). "Akan tetapi, adakah pihak yang mau bertanggung jawab jika tinggi muka air Waduk melebihi ambang batas, yang dikhawatirkan dampaknya bisa lebih besar dibandingkan dengan kondisi bulan Maret lalu," ujarnya.

Apalagi, kata Ahmad Gojali, pihaknya sudah mendapatkan informasi dari BMKG bahwa cuaca ekstrem yang ditandainya tingginya curah hujan akan berlangsung empat bulan ke depan. "Saya tidak menjamin kalau tinggi muka air Waduk Jatiluhur tidak dikendalikan mulai dari sekarang, dampak yang terjadi akan lebih besar," katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, pihaknya meminta kepada warga sekitar agar tidak khawatir terkait pengeluaran air dari Waduk Jatiluhur itu. (A-86)***




Sumber ( Pikiran Rakyat)

  >> Ke Indeks Berita 




Polling
  Untuk mendorong peningkatan kesadaran masayarakat dalam menanam pohon, maka yang paling perlu dilakukan adalah
Sosiasliasi
Memberikan bantuan bibit gratis
Memberikan sanksi bagi rumah-rumah yang tidak ada pohonnya
Membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang kewajiban menanam pohon


Peta Kawasan Hutan
Pelayanan



 

Copyright © Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat