Selamat Datang di Website Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat
Peta Situs  Kontak    Mail    Login   
Jumat,   25 April 2014
 
Jalawure, Tumbuhan Liar Sumber Pangan Alternatif

Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama. Setiap indipidumasyarakat berhak mendapatkan kebutuhan akan pangan. Sebagian besar masyarakatIndonesia mengenal sejak lama beras sebagai pangan pokok utama penduduknya.

Berdasarkan Data yang dikeluarkan kemendagri, jumlah penduduk Indonesiaterhitung 31 Desember 2010 mencapai 259.940.857. Jumlah ini terdiri atas132.240.055 laki-laki dan 127.700.802 perempuan. kebutuhan beras denganper-orang rata-rata konsumsi beras per kapita 100 gram per hari. Artinya2.599.408.570 ton beras perhari harus tersedia untuk kebutuhan pangan pendudukIndonesia.

Seiring dengan semakin cepatnya pertumbuhan penduduk, maka kebutuhan panganpokok beras semakin meningkat pula. Untuk mengantisipasinya, pemerintahmenggulirkan program penurunan konsumsi beras. Kebijakan ini diarahkan untukmendorong peningkatan konsumsi pangan pokok selain beras.

Di Indonesia selain beras, panganan lainnya kita mengenal tanamanumbi-umbian dan tumbuhan lain yang biasa di makan, diantaranya ketela pohon,ubi jalar, talas, ganyong, jagung serta sagu.

Upaya tersebut yang sedang di gelorakan Pemerintah Daerah kabupaten Garut,Bupati Garut H. Aceng HM Fikri,S.Ag, lewat program “Two Days No Rice”nyamengharapkan semua elemen masyarakat setiap hari senin dan kamis mengupayakanuntuk tidak memakan beras dan beralih ke pangan yang lain. Upaya diversifikasitersebut guna mengimbangi kebutuhan pangan nasional yang tidak seimbang denganjumlah produksi beras serta sebagai bentuk percepatan penganekaragaman konsumsipangan.

Di Kabupaten Garut selain beras, jagung, ketela pohon, ubi jalar, talas danganyong, terkenal pula sekarang sejenis tumbuhan umbi-umbian liar, yang setelahdi proses bisa di makan dan menjadi makanan alternatif pengganti beras. Tanamanliar tersebut oleh sebagian besar masyarakat kampung Cigadog desa Cikeletdikenal dengan nama Jalawure atau nama latinnya (Tacca Leontopetaloides).

Berdasarkan penelitian Lipi yang dikeluarkan Badan Ketahanan Pangan (BKP)Kabupaten Garut, Walaupun masih terbatas, Tumbuhan Jalawure sejak tahun 1962hingga sekarang telah dimanfaatkan kampung Cigadog Kecamatan Cikelet danmasyarakat yang ada di sekitar pesisir pantai selatan Kabupaten Garut untukdikonsumsi masyarakat sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras. TepungJalawure telah banyak dimanfaatkan untuk membuat berbagai jenis kue, baik kuekering maupun kue basah. Kebutuhan kue jalawure masih hanya untuk kebutuhankeluarga, terutama digunakan pada saat menghadapi hari raya idul fitri danperayaan hajatan.

Potensi penggalian pangan lokal kabupaten Garut, seperti Tumbuhan Jalawuretersebut yang sekarang sedang di produksi secara intensif melalui programpengembangan dan pembinaaan terarah dan berkelanjutan. Upaya produksi massaltersebut diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan pendapatanmasyarakat di wilayah yang bersangkutan.  Tumbuhan Jalawure diharapkandalam jangka panjang akan mampu mengganti peran tepung terigu dalam masyarakat.

Karakteristik Tumbuhan Jalawure (Tacca Leontopetaloides) yang berasal dariFamili Taccaceae, secara alamiah tumbuh liar di pesisir pantai, khususnya diPantai Garut Selatan. Tumbuhan Jalawure berupa terna tegak (perdu) dengantinggi antara 1,5-2,0 meter, serta tidak berkayu dan bercabang. Tangkai daunmelekat pada batang berbentuk segi lima. Tumbuhan Jalwure berbunga/berbiji danberakar serabut berbentuk umbi. Jalawure berkembang biak melalui vegetatif(umbi) dan reproduktif (biji). 

Umbi dan Tepung Tumbuhan liar Jalawure kaya akan karbohidrat, Jalawuremenyimpan cadangan makanan dalam bentuk umbi di dalam tanah, dengan ukuran umbibervariasi antara 1 – 2 kg.Umbi Jalawure mengandung karbohidrat 38,16 gr/100 grdan dalam bentuk tepung Jalawure mengandung karbohidrat 83,07 ngr/100 gr.Apabila dibandingkan dengan jenis tepung lainnya, seperti : tepung terigu,tepung beras, dan tepung Jagung, maka tepung Jalawure mengandung karbohidratpaling tinggi. Dengan demikian umbi dan tepung Jalawure kaya akan karbohidrat.Selain itu, umbi Jalawure kandungan giji dalam tepung jalawura: lemak 0,17 g,protein 0,05 g, karbohidrat 83,07 g, Fe 2,00 mg, Vitamin C 9,31 mg, kadar abu1,30 g,kadar air 15,65 g, energi 334 kkl, hcn 0. Kedua jenis zat gizi tersebuttidak terdapat pada tepung terigu, tepung beras, dan tepung Jagung.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Garut Ir. Eddy Muharam,M.Si menyampaikandalam upaya menunjang program pemerintah dalam upaya pengalihan konsumsimasyarakat dari beras ke non beras, sedang di susun program pengembangan danpembinaan secara terarah dan berkelanjutan Pemanfaatan tepung Jalawure sebagaibahan pangan alternatif, meliputi perlindungan bibit (plasma Nutfah),pengembangan budidaya, pembinaan teknik pengolahan tepung dan pembuatan kue,pembinaan kemasan dan pemasaran serta pembinaan manajerial usaha.

BKP berharap Kabupaten Garut bisa menjadi sentra produksi pangan Jalawure,serta menjadi salah satu unggulan dan kebanggaan masyarakat Kab. Garut selaindodol, jeruk ,dan domba Garut dan menjadi alternatif yang prospektif secaranasional, semoga. Untuk lebih mengenalkan produk makanan berbahan tumbuhan liarJalawure, BKP Kabupaten Garut telah membuka Galeri yang berada di Jalan CimanukJayaraga. 



:
  • Teknologi Sistem Peringkat Bahaya kebakaran Hutan
  • Sukun Gantikan Nasi
  • Ekspor Rotan Akan Ditutup
  • Klon Gmb 7 Menjadi Primadona Peremajaan Teh
  • Permintaan Karet Turun Drastis

    Sumber ( garutkab.go.id)

  •   >> Ke Indeks Berita 




    Polling
      Untuk mendorong peningkatan kesadaran masayarakat dalam menanam pohon, maka yang paling perlu dilakukan adalah
    Sosiasliasi
    Memberikan bantuan bibit gratis
    Memberikan sanksi bagi rumah-rumah yang tidak ada pohonnya
    Membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang kewajiban menanam pohon


    Peta Kawasan Hutan
    Pelayanan



     

    Copyright © Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat