Selamat Datang di Website Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat
Peta Situs  Kontak    Mail    Login   
Jumat,   31 Oktober 2014
 
Perubahan Iklim Ancam Ketahanan Pangan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (didampingi (dari kiri-kanan) Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menhut Zulkifli Hasan dan Sekjen International Union For Conservation Of Nature (IUCN) Simon N Stuart menandatangani empat buah Sampul Hari Pertama Perangko seri Peduli Lingkungan Hidup pada acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2012 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/6). Presiden Yudhoyono menyerahkan penghargaan Kalpataru, Adipura, Adiwiyata Mandiri dan Penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah Terbaik kepada 183 individu, kelompok maupun perwakilan pemda yang telah berprestasi di bidang lingkungan hidup.  

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggarisbawahi ancaman serius fenomena perubahan iklim bagi ketahanan pangan dan keselamatan warga dunia dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia 2012.

Informasi terakhir mengenai konsentrasi gas karbondioksida di atmosfir telah mencapai 400 ppm (parts per million) di Kutub Utara, kata Presiden Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Selasa [05/06] , di hadapan para penerima penghargaan lingkungan hidup, Kalpataru.

Presiden menjelaskan bahwa peningkatan gas karbondioksida tersebut akan meningkatkan suhu rata rata permukaan bumi sebesar tiga derajat celsius yang dapat berujung pada pencairan gunung es di kutub dan naiknya permukaan air laut.

Sementara pada saat ini saja, kata Presiden, kenaikan suhu permukaan bumi sebesar 1,9 derajat celsius telah menyebabkan berbagai bencana iklim, termasuk kenaikan permukaan air laut yang telah menenggelamkan 24 pulau kecil selama periode 2005-2007.

Dengan berbagai kejadian tersebut, terbukti model pembangunan yang selama ini kita anut perlu diperbaiki, agar lebih kuat, lebih mampu bertahan terhadap gejolak pasar dunia, dan bersahabat dengan lingkungan, katanya merujuk pada model pembangunan Ekonomi Hijau.

Menurut Presiden model pembangunan Ekonomi Hijau menjamin pengelolaan lingkungan hidup yang baik, termasuk pelestarian satwa, dalam setiap kegiatan ekonomi.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir, diantara satwa-satwa langka yang dimiliki oleh Indonesia, beberapa mengalami penurunan populasi dalam tingkat menuju kepunahan, yang disebabkan olehberkurangnya habitat asli, sebagai akibat dari kegagalan mengelola hutan dan ekosistem secara lestari.

Sayamengajak kepada segenap warga bangsa di seluruh tanah air untuk menanamkan arti penting kelestarian lingkungan hidup kepada keluarga dan anak-anak kita. Berikan penjelasan dan pencerahan untuk menjaga, merawat, dan melestarikan, lingkungan di sekitar kita, katanya.

Kepala Negara juga menyambut baik program inovatif Menteri Lingkungan Hidup yang ditujukan untuk mempercepat penurunan emisi Gas Rumah Kaca baik melalui program Green Province, Taman Keanekaragaman Hayati, maupun pengelolaan gambut dan rehabilitasi pantai.

Tingkatkan pula sinergi dengan aparat hukum, guna melindungi negeri kita dari limbah industri berupa bahan-bahan berbahaya, katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden Yudhoyono juga menyerahkan penghargaan Kalpataru kepada mereka yang telah mengabdikan dirinya dan berjasa untuk menyelamatkan dan memelihara lingkungan.

Dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini sebanyak 12 penghargaan dengan tiga kategori Kalpataru diserahkan oleh Presiden.

Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini sebagaimanaditetapkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) adalah Green Economy: Does It Include You? yang oleh Indonesia disesuaikan menjadi Ekonomi Hijau: Ubah Perilaku, Tingkatkan Kualitas Lingkungan.

 

Canangkan Tahun Badak Internasional 2012

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Istana Negara, Selasa, mencanangkan Tahun Badak Internasional 2012, untuk menggalang komitmen dunia melestarikan dan melindungi satwa itu dari kepunahan. Tahun Badak Internasional adalah momentum dan akses bagi peningkatan kerja sama internasional dalam pelestarian badak di negeri kita, kata Presiden Yudhoyono.

Kepala Negara kemudianmenginstruksikan para menteri terkait untuk menyukseskan hal itu dengan melibatkan masyarakat dalam gerakan penyelamatan badak tersebut. Jadikan pelestarian badak, sebagai bagian dari pemantapan reputasi bangsa kita sebagai salah satu global leaders pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan, katanya.

Pencanangan Tahun Badak Internasional itu merupakan mandat dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) yang memperoleh dukungan 11 negara tempat sebaran badak, antara lain, Mozambique, Namimbia, Afrika Selatan, Bhutan, Nepal, India, Zimbawe dan Malaysia.

Sebelumnya seusai pertemuan dengan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Kepala Komisi Pelestarian Spesies IUCN Simon N Stuart mengatakan penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah pencanangan tahun badak internasional karena Indonesia menjadi rumah bagi dua spesies badak yang paling langka, badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) dan badak Jawa (Rhinoceros sondaicus).

Saat ini, di seluruh dunia terdapat lima jenis badak, yaitu badak Sumatera dan badak Jawa di Indonesia, badak India yang tersebar di Nepal, India, dan Bhutan, badak Putih di Botswana, Pantai Gading, Republik Demokrasi Kongo, Kenya, Namibia, Afrika Selatan, Swaziland, Zambia, dan Zimbabwe.

Dan badak Hitam yang tersebar di Kamerun, Kenya, Afrika Selatan, Tanzania, namibia, Ethipia, Rwanda, Swaziland, Zimbabwe, Zambia, dan Botswana.

Jumlah badak Jawa yang terekam kamera di Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat adalah 35 ekor. Indonesia menjadi negara satu-satunya dengan sebaran badak Jawa setelah IUCN mengumumkan bahwa jenis tersebut sudah punah di Vietnam pada tahun 2011 lalu.

Sementara, populasi badak Sumatera masih sekitar 200 ekor yang tersebar di Taman Nasional Way Kambas, Lampung dan Taman Nasional Leuser, Aceh. Indonesia juga tengah menanti kelahiran badak Sumatra pertama dalam 100 tahun terakhir pada Juli mendatang.

Data yang ada menyebutkan bahwa untuk badak India, populasinya meningkat menjadi 2.913 ekor setelah pernah turun hingga 600 ekor di tahun 1975, sedangkanbadak Putih kini berjumlah 20.140 ekor setelah pada 1960hanya berjumlah2000 ekor dan berhasil keluar dari kategori terancam punah. Sementara itu, badak Hitam juga menunjukkan peningkatan dari 2.475 ekor di tahun 1993 menjadi 4.838 ekor di tahun 2012.



:
  • Tahun 2007, Dishut Jabar Akan Ajukan Penanaman Mangrove
  • Dishut Jabar Sosialisasikan Sistem Dokumen Kayu Rakyat
  • Mari Kita Ciptakan Budaya Rumah Ozon
  • Target IPM Jabar 2010 Mustahil
  • IPM Jabar

    Sumber ( beritasore.com)

  •   >> Ke Indeks Berita 




    Polling
      Menurut Anda Populasi pohon di Kota Bandung
    Sangat Banyak
    Cukup Banyak
    Kurang Banyak
    Sedikit
    Sangat Kurang


    Peta Kawasan Hutan
    Pelayanan



     

    Copyright © Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat