Selamat Datang di Website Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat
Peta Situs  Kontak    Mail    Login   
Selasa,   25 November 2014
 
BBKSDA Jabar Selamatkan Owa Jawa

Resort Balegede, kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan Polisi Hutan (Polhut), serta Tim Rescue The Aspinall Foundation Indonesia, berhasil menyelwatkan Owa Jawa di Dusun Puncak Sirna, Desa Cisaranten, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Selasa (14/8).

Primata yang nyaris punah ini diselamatkan oleh tim dari salah seorang penduduk setempat yang memeliharanya. Keberadaan Owa jawa di dusun tersebut kami dapatkan dari jaringan relawan yang sudah mengetahui program Pusat Rehabilitasi Primata yang berpusat di Patuha, Bandung.

"Kami mendapatkan lokasi Owa Jawa Ini setelah ada informasi dari relawan. Bahkan, berdasarkan informasi yang kami terima kemungkinan ada lebih dari satu Owa jawa yang dipelihara di sekitar desa tersebut. Namun, kami hanya mendapatkan seekor saja," ucap salah seorang anggita Tim Rescue The Aspinall Foundation Indonesia, Made Wedana.

Bahkan, kata Made, dalam penyelamatan dan meminta dari penduduk prosesnya sangat alot dengan si pemilik, Domen (45). Seekor Owa jawa yang diselamatkan, teridentifikasi berkelamin jantan dan masih berusia sekitar satu tahun. "Owa ini masih terolong bayi dan diberi nama Amoy oleh pemiliknya ini, diletakkan di kandang kayu di samping rumah si pemilik," tuturnya.

Kepala Resort Balegede, Odang mengatakan awalnya pemilik enggan menyerahkan Owa Jawa tersebut namun dengan dialog yang intens akhirnya si pemilik mau menyerakhkan.

"Untuk berdialog dengan pemilik juga susah kami pun meminta bantuan polisi hutan yang ada disini dan melakukan dialog bahkan dengan masyarakat sekitar serta memberi penjelasan bahwa owa jawa ini dilindungi jadi siapapun yang menemukan bisa kontak kami," katanya.

Odang menuturkan dari penyitaan Owa Jawa dari salah seorang penduduk ini, selanjutnya akan ditelusuri karena dari informasi banyak Owa Jawa yang dipelihara. "Owa yang lainnya kemungkinan ada di dusun lain yang terletak 2-3 Km dari dusun Puncak Sirna. Tapi kami akhirnya memutusakan untuk menyelamtkan satu dulu, karena penduduk lain sengaja menyembunyikan owa yang mereka peroleh di hutan untuk dijual," ucapnya.

Owa yang berhasil diselamatkan, kata Odang, langsung dibawa ke Pusat Rehabilitasi Primata, di Patuha yang dikelola oleh The Aspinall Foundation Indonesia. "Kami putuskan untuk menempatkan Amoy di Kandang perawatan di dalam klinik untuk beberapa hari agar Amoy terjaga dalam kondisi hangat di kandang yang dilengkapi sinar lampu penghangat dan selimut," ujarnya.

Untuk beberapa hari kedepan Amoy akan terus di observasi perilaku dan perilaku makannya serta perlahan mengganti menu makan dengan menu yang lebih sehat dan sesuai kebutuhannya sebagai jenis satwa frugivorus (pemakan buah). "Sampai pada waktunya dimana Amoy sudah dapat beradaptasi dengan baik di Pusat Rehabilitasi, maka dia akan di cek kesehatannya dan akan ditempatkan di kandang/enklosur luar yang lebih besar dan dapat mulai belajar untuk melatih kemampuan berayun, bergerak, dan lain-lain," katanya.

Lebih lanjut Odang menuturkan, Owa Jawa termasuk satwa dilindungi baik secara nasional dan internasional (endangered, IUCN/2006), namun masih ada saja ditemukan dipelihara dan menjadi komoditi perdagangan. "Dari hasil penelusuran kami, kebanyakan mereka ditangkap di kawasan hutan selatan Jawa Barat, yang memang kondisi hutannya masih tersisa cukup besar dan populasi Owa Jawa yang masih ada," ucapnya.



:
  • Deforestasi di Indonesia Picu "Bom Iklim"
  • Greenpeace Desak Indonesia Hentikan Pembakaran Hutan
  • Moratorium Tanpa Syarat Atas Penghancuran Hutan
  • Menhut Siap Berdialog dengan Greenpeace
  • Penyelundupan Trenggiling, Negara Rugi Rp 38,5 Miliar

    Sumber ( pikiran-rakyat.com)

  •   >> Ke Indeks Berita 




    Polling
      Menurut Anda Populasi pohon di Kota Bandung
    Sangat Banyak
    Cukup Banyak
    Kurang Banyak
    Sedikit
    Sangat Kurang


    Peta Kawasan Hutan
    Pelayanan



     

    Copyright © Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat