Selamat Datang di Website Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat
Peta Situs  Kontak    Mail    Login   
Jumat,   31 Oktober 2014
 
400 ha Terancam Kekeringan

Ilustrasi

Saluran irigasi utama Cimanuk hingga saat ini masih mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur yang sangat parah. Kondisi itu dikhawatirkan dapat menyebabkan 400 hektare lahan pertanian berupa sawah, kolam, dan ladang di tiga desa, yakni Desa Sukahati, Mekarmukti, dan Desa Mangkurakyat, Kec. Cilawu, Kab. Garut kakeringan karena pasokan air tersendat.

Kondisi ini membuat para petani di tiga desa tersebut merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu. Mereka bergotong royong mengeruk saluran irigasi Cimanuk secara manual dengan menggunakan peralatan sederhana, Rabu (21/8). Dengan harapan, kondisi saluran irigasi kembali normal sehingga aliran air ke lahan pertanian mereka kembali lancar.

"Para petani mulai kesulitan mendapat pasokan air untuk mengairi lahan pertaniannya, selepas musim hujan akibat pasokan air dari saluran irigasi semakin menipis. Pemicunya tak lain karena endapan pada musim kemarau," papar Ono (58), salah seorang petani asal Desa Sukahati.

Menurutnya, para petani pengguna manfaat irigasi secara swadaya mengeruk saluran. Hal ini mereka lakukan karena tidak ingin ada ketergantungan terhadap pemerintah yang hingga sejauh ini seolah tak mau peduli. Padahal sudah lama para petani di kawasan itu mengajukan surat permohonan. Karena itu, mereka pun segera bertindak sebelum lahannya kekeringan.

"Hari ini (kemarin, red) sekitar 220 petani mengangkat sedimen saluran irigasi dengan menggunakan cangkul. Material tanah endapan tersebut kemudian diangkut dan diletakkan di pinggir badan jalan," katanya.

Delapan tahun

Lebih jauh Ono mengatakan, pengendapan lumpur di saluran irigasi tersebut mulai terjadi sejak delapan tahun lalu. Endapannya semakin tinggi setiap tahun. Tahun ini terparah, sebelumnya, saluran irigasi ini dapat mengairi ratusan hektare sawah di Kec. Wanaraja. Namun kini hanya bisa mengairi hingga Cilawu.

Sementara itu, Kepala Desa Mangkurakyat, Aar Sumardi mengatakan, pihaknya telah meminta Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) Kab. Garut untuk mengatasi masalah irigasi tersebut. Namun, hingga sejauh ini belum ada tanggapan. Padahal, agar pengerukan saluran irigasi lebih berhasil, idealnya dilakukan dengan menggunakan alat berat jenis backhoe.

Menanggapi hal itu, Kadis SDAP Kab. Garut, Uu Saepudin mengatakan, normalisasi saluran irigasi tersebut rencananya dilakukan pada triwulan keempat tahun ini. Uu sangat paham, sedimentasi di saluran irigasi itu sudah sangat parah. Hal ini disebabkan di pinggir-pinggir saluran irigasi ada tebing tanah yang selalu longsor apabila diguyur hujan sehingga membentuk endapan tanah.

"Karena keterbatasan anggaran, normalisasi saluran irigasi ini tidak akan dilakukan di seluruh bagian, melainkan akan dilakukan di sejumlah titik," pungkasnya.



:
  • Penyaluran Air Bersih Tercemar LimbahPenyaluran Air Bersih Tercemar Limbah
  • RI Harus Optimalkan Posisi Tuan Rumah
  • Hutan Aceh Berpotensi Jadi "Karbon Market"
  • Dua Bulan Hirup Udara Bersih
  • "Forest Day" Akan Meriahkan Konferensi Perubahan Iklim di Bali

    Sumber ( pikiran-rakyat.com)

  •   >> Ke Indeks Berita 




    Polling
      Menurut Anda Populasi pohon di Kota Bandung
    Sangat Banyak
    Cukup Banyak
    Kurang Banyak
    Sedikit
    Sangat Kurang


    Peta Kawasan Hutan
    Pelayanan



     

    Copyright © Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat