Target IPM Jabar 2010 Mustahil


Visi Provinsi Termaju Wajar Revisi

Target penacapaian indeks Pembangunan Manusia atau IPM diJawa Barat sebesar 80 poin pada tahun 2010mustahil tercapai. Setiap tahunpeningkatan IPM rata-rata hanya satu poin dari tiga yang di targetkan. Faktorrendahnya daya beli dan belum tuntasnya persoalan pendidikan menjadi momokutama.

            Pesimismeitu terungkap dalam dialog interaktif yang meghadirkan unsur Badan PerencanaanPembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, akhir pekan lalu. Dalam dialog ini, BappedaJabar merilis IPM Jabar terbaru (2006), yaitu sebesar 70,05. Jumlah itu hanyanaik 0,70 poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2005). Padahal, awalnyaperencanaan IPM di 2006 ditargetkan sebesar 75 poin.

            Sinyalnegatifnya, dibandingkan tren sebelumnya, angka peningkatan itu jauh lebihkecil. Tahun 2006, kenaikan IPM sebesar 0,99 poin.

            Kepala Bappeda Jabar Denny JuandaPuradimaja mengakui, target IPM 2010 sebesar 80 di Jabar bakal sulit tercapai.Apalagi, dengan menghitung kecenderungan kenaikan  dan kondisi saat ini. “Dari tahun ke tahun,peningkatan paling besar memang hanya 1 poin,”kata Denny.

            MenurutDosen Institut Teknologi Bandung ini, kondidsi minimnya capaian IPM di Jabardisebabkan banyak faktor. Namun, yang paling pokok adalah tidak sinergis atauserasinya kebijakan provinsi dengan daerah (kabupaten/kota).

            Sejakdicanangkan pada 2001, sinergi itu belum terlihat. Dari survei Bappeda di 15daerah, ternyata tidak ada yang menjadikan IPM sebagai tolak ukur kesejahteraanmasyarakat. Ini menunjukan belum adanya kesamaan komitmen,”papar Denny.

            Dari tigaindikator IPM, indeks daya beli, yang paling rendah. Di 2006, capaiannya 59,42poin dengan tingkat rata-rata kemampuan daya beli warga hanya Rp557.110.

            Faktorekonomi ini sulit ditingkatkan. Sebab, itu sangat bergantung pada kondisi Makroekonomi nasional, bahkan dunia, serta kebijakan pusat. Hal-hal tersebut bukantidak mungkin bisa dikontrol pemerintah provinsi, apalagi dareah.

            Sektorpendidikan dan kesehatan praktis menjadi andalan IPM. Indeks pendidikan Jabarkini mencapai 80,61 poin, sementara kesehatan 67,08.

            Meskiterhitung tinggi, Denny mengatakan, capaian indeks pendidikan masih bisadidorong. Kuncinya adalah dengan menekan angka putus sekolah dan buta hurufyang dinilai masih masih tinggi. Aspek kualitas dan tata kelola pendidikan darikacamata Bappeda juga belum optimal. Ini terlihat dari masih rendahnya capaianangka partisipasi mutni (APM) SMP dan sederajat sebesar 61,97 persen.

 

Revisi Visi Jabar

            Menurut InaPrimiana, anggota Komite Perencanaan Jabar, perlu optimalisasi potensi-potensilokal guna menggenjot ekonomi rakyat. Apalagi, jika itu disinergikan denganupaya penciptaan lapangan kerja. Tingginya pengangguran, yaitu 11,91 persenjumlah angkatan kerja, menjadi beban.

            Melihatkondisi itu, Soleh Sugiarto, anggota DPRD Provinsi Jabar, berpandangan, adabaiknya dilakukan penyesuain visi-misi Jabar. Visi Jabar provinsi termaju dinilai terlalu muluk. Apalagi, tidak jelasukuranya. Apa yang dikategorikantermaju itu?

            Terkait halini, dalam pembahasan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD) Jabar 2025,Bappeda Jabar meruskan visi-misi berbeda. Tidak adalagi ada istilah “provinsitermaju”. Secara Realistis, ukurannya sehat, cerdas, dan sejahtera. “Itumerupakan hasil dari 17 rancangan dari berbagai literasi,”Kata Denny.    

 



:
  • Tahun 2007, Dishut Jabar Akan Ajukan Penanaman Mangrove
  • Dishut Jabar Sosialisasikan Sistem Dokumen Kayu Rakyat
  • Mari Kita Ciptakan Budaya Rumah Ozon
  • IPM Jabar
  • Menhut Canangkan Model RHLP

    Sumber ( Koran Kompas)

  •   >> Ke Indeks Berita 

    Link

    Polling

      Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
    1 - 5 pohon
    5 - 10 pohon
    10 - 15 pohon
    lebih dari 15 pohon
    tidak menanam pohon