Lindungi Ekosistem Bogor-Puncak-Cianjur, KLHK Segel Lahan Seluas 368 Hektare

BOGOR - Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel kawasan hutan lindung dan 15 bangunan di Resor Pemangkuan Hutan (RPH), Megamendung; dan Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Penyegelan lahan seluas 368 hektare yang melibatkan perwakilan JPN Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, JPN Kejaksaan Negeri Cibinong, Perum Perhutani, dan instansi lainnya ini merupakan bentuk pelaksanaan putusan pengadilan terhadap penguasaan kawasan hutan yang seharusnya dikelola Perum Perhutani, namun dikuasai pihak yang tidak berhak serta mengakibatkan mengubah fungsi kawasan hutan.

"Setelah penyegelan ini kita akan serahkan ke Satpol PP untuk pembongkaran bangunan karena tidak memiliki IMB (izin mendirikan bangunan). Nantinya akan dikembalikan fungsi lahan menjadi hutan lindung," kata Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani, Kamis (1/3/2018).

Ia menambahkan, penyegelan lahan dan bangunan ini telah berkekuatan hukum tetap atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Cibinong yang sebelumnya sudah melakukan teguran kepada pihak yang menguasai kawasan hutan secara ilegal.

"Kawasan hutan di Bogor-Puncak-Cianjur (Bopunjur) telah diatur dalam Keppres Nomor 114 Tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bopunjur. Dalam keppres itu, Bopunjur ditetapkan sebagai kawasan konservasi air dan tanah. Selain itu, pencegahan erosi dan banjir di daerah hilirnya, termasuk Jakarta," jelasnya.

Ke depan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga bakal menyegel hingga membongkar 45 bangunan lain secara bertahap di kawasan Bogor-Puncak-Cianjur dengan total 9.200 hektare.

Sementara itu, Administratur Perum Perhutani Ahmad Basuki menjelaskan bahwa secara keseluruhan kondisi lahan Perhutani masih bagus dengan total bukan hutan hanya 77 hektare dari keseluruhan 3.032 hektare di Babakanmadang. Sementara 368 hektare hutan telah terbuka dari keseluruhan 2.558 hektare di Megamendung dan 2.500 hektare di Cisarua.

"Semua hutan produksi terbatas. Yang 368 hektare ini yang dikuasai orang lain dan mau dikembalikan fungsinya. Polanya dengan melakukan reboisasi dengan melibatkan masyarakat desa hutan melalui kemitraan kehutanan agar masyarakat dapat memanfaatkan kawasan hutan dengan menanam komoditas tertentu dengan tetap mempertahankan fungsi lindung dan ekologi hutan," ujar dia.

Sekadar diketahui, berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Republik Indonesia Nomor 114 Tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur, wilayah Bopunjur ditetapkan sebagai kawasan konservasi air dan tanah yang bertujuan menjamin tetap berlangsungnya keberadaan air, perlindungan terhadap kesuburan tanah, pencegahan erosi dan banjir, termasuk perlindungan wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.




Sumber ( https://news.okezone.com/read/2018/03/01/525/1866731/lindungi-ekosistem-bogor-puncak-cianjur-klhk-segel-lahan-seluas-368-hektare)

  >> Ke Indeks Berita 

Link

Polling

  Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
1 - 5 pohon
5 - 10 pohon
10 - 15 pohon
lebih dari 15 pohon
tidak menanam pohon