Dinas Kehutanan Prov Jabar

40 LMDH Ramaikan Pasar Kopi di Jalan ABC

Jum'at, 4 Januari 2008
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak 40 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) menyuguhkan aneka kopi hasil taninya di kegiatan Pasar Kopi.

Perhelatan yang digelar Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat ini meramaikan gedung ex matahari di jalan ABC Banceuy dengan sejumlah aneka kopi Indonesia. Sebut saja kopi dari Gunung Puntang Malabar Manglayang Pasundan honey, dan lain-lain.

"Dengan dipasarkan dan ditarik ke pasar tentu akan mempermudah transaksi," kata Kepala Dinas Kehutanan Epi Kustiawan, Rabu (3/4/2019).

Di pasar kopi, pengunjung dapat mencicipi langsung kopi hasil para petani. Kalau dirasa cocok, pengunjung bisa langsung membeli.

Selain itu para pengelola kopi dikumpulkan supaya memiliki penawaran yang kuat dalam pemasaran. Sehingga pasar kopi bisa menjadi salah satu upaya dari Dinas Kehutanan untuk menonjolkan kopi Indonesia yang bisa bersaing hingga mancanegara.

"Misalnya kopi kita dari Gunung Puntang Sunan honey Malabar juga sudah bisa meraih peringkat dalam kompetisi di Amerika," ujarnya.
Oleh sebab itu kopi Indonesia tidak kalah oleh kopi luar. Bahkan kopi khas Jawa Barat sudah banyak diminta oleh berbagai negara.

Di sisi lain, Dinas Kehutanan juga mendorong petani kopi lokal untuk bersinergi dengan pesantren di Jawa Barat dalam meningkatkan ekonomi umat. Dinamakan kopi santri, sinergitas antara petani kopi dan pesantren akan menjadi simbiosis mutualisme supaya pesantren memiliki bidang usaha sendiri.

"Apalagi untuk pesantren yang di sekelilingnya ada petani kopi di harapkan bisa saling berkolaborasi supaya Pesantren bisa usaha kopi dari petani, petani juga bisa menjual green bean ke pesantren," kata Epi.
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak 40 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) menyuguhkan aneka kopi hasil taninya di kegiatan Pasar Kopi. Perhelatan yang digelar Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat ini meramaikan gedung ex matahari di jalan ABC Banceuy dengan sejumlah aneka kopi Indonesia. Sebut saja kopi dari Gunung Puntang Malabar Manglayang Pasundan honey, dan lain-lain. AYO BACA : Bangun Ekonomi Umat, Pesantren di Jawa Barat Didorong Usaha Kopi "Dengan dipasarkan dan ditarik ke pasar tentu akan mempermudah transaksi," kata Kepala Dinas Kehutanan Epi Kustiawan, Rabu (3/4/2019). Di pasar kopi, pengunjung dapat mencicipi langsung kopi hasil para petani. Kalau dirasa cocok, pengunjung bisa langsung membeli. AYO BACA : Isra Miraj, Masyarakat Hingga Pejabat Ramaikan Masjid Raya Bandung Selain itu para pengelola kopi dikumpulkan supaya memiliki penawaran yang kuat dalam pemasaran. Sehingga pasar kopi bisa menjadi salah satu upaya dari Dinas Kehutanan untuk menonjolkan kopi Indonesia yang bisa bersaing hingga mancanegara. "Misalnya kopi kita dari Gunung Puntang Sunan honey Malabar juga sudah bisa meraih peringkat dalam kompetisi di Amerika," ujarnya. Oleh sebab itu kopi Indonesia tidak kalah oleh kopi luar. Bahkan kopi khas Jawa Barat sudah banyak diminta oleh berbagai negara. Di sisi lain, Dinas Kehutanan juga mendorong petani kopi lokal untuk bersinergi dengan pesantren di Jawa Barat dalam meningkatkan ekonomi umat. Dinamakan kopi santri, sinergitas antara petani kopi dan pesantren akan menjadi simbiosis mutualisme supaya pesantren memiliki bidang usaha sendiri. "Apalagi untuk pesantren yang di sekelilingnya ada petani kopi di harapkan bisa saling berkolaborasi supaya Pesantren bisa usaha kopi dari petani, petani juga bisa menjual green bean ke pesantren," kata Epi.

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul 40 LMDH Ramaikan Pasar Kopi di Jalan ABC, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2019/04/03/48747/40-lmdh-ramaikan-pasar-kopi-di-jalan-abc

Penulis: Fathia Uqimul Haq
Editor : Dadi Haryadi
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak 40 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) menyuguhkan aneka kopi hasil taninya di kegiatan Pasar Kopi. Perhelatan yang digelar Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat ini meramaikan gedung ex matahari di jalan ABC Banceuy dengan sejumlah aneka kopi Indonesia. Sebut saja kopi dari Gunung Puntang Malabar Manglayang Pasundan honey, dan lain-lain. AYO BACA : Bangun Ekonomi Umat, Pesantren di Jawa Barat Didorong Usaha Kopi "Dengan dipasarkan dan ditarik ke pasar tentu akan mempermudah transaksi," kata Kepala Dinas Kehutanan Epi Kustiawan, Rabu (3/4/2019). Di pasar kopi, pengunjung dapat mencicipi langsung kopi hasil para petani. Kalau dirasa cocok, pengunjung bisa langsung membeli. AYO BACA : Isra Miraj, Masyarakat Hingga Pejabat Ramaikan Masjid Raya Bandung Selain itu para pengelola kopi dikumpulkan supaya memiliki penawaran yang kuat dalam pemasaran. Sehingga pasar kopi bisa menjadi salah satu upaya dari Dinas Kehutanan untuk menonjolkan kopi Indonesia yang bisa bersaing hingga mancanegara. "Misalnya kopi kita dari Gunung Puntang Sunan honey Malabar juga sudah bisa meraih peringkat dalam kompetisi di Amerika," ujarnya. Oleh sebab itu kopi Indonesia tidak kalah oleh kopi luar. Bahkan kopi khas Jawa Barat sudah banyak diminta oleh berbagai negara. Di sisi lain, Dinas Kehutanan juga mendorong petani kopi lokal untuk bersinergi dengan pesantren di Jawa Barat dalam meningkatkan ekonomi umat. Dinamakan kopi santri, sinergitas antara petani kopi dan pesantren akan menjadi simbiosis mutualisme supaya pesantren memiliki bidang usaha sendiri. "Apalagi untuk pesantren yang di sekelilingnya ada petani kopi di harapkan bisa saling berkolaborasi supaya Pesantren bisa usaha kopi dari petani, petani juga bisa menjual green bean ke pesantren," kata Epi.

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul 40 LMDH Ramaikan Pasar Kopi di Jalan ABC, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2019/04/03/48747/40-lmdh-ramaikan-pasar-kopi-di-jalan-abc

Penulis: Fathia Uqimul Haq
Editor : Dadi Haryadi
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak 40 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) menyuguhkan aneka kopi hasil taninya di kegiatan Pasar Kopi. Perhelatan yang digelar Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat ini meramaikan gedung ex matahari di jalan ABC Banceuy dengan sejumlah aneka kopi Indonesia. Sebut saja kopi dari Gunung Puntang Malabar Manglayang Pasundan honey, dan lain-lain. AYO BACA : Bangun Ekonomi Umat, Pesantren di Jawa Barat Didorong Usaha Kopi "Dengan dipasarkan dan ditarik ke pasar tentu akan mempermudah transaksi," kata Kepala Dinas Kehutanan Epi Kustiawan, Rabu (3/4/2019). Di pasar kopi, pengunjung dapat mencicipi langsung kopi hasil para petani. Kalau dirasa cocok, pengunjung bisa langsung membeli. AYO BACA : Isra Miraj, Masyarakat Hingga Pejabat Ramaikan Masjid Raya Bandung Selain itu para pengelola kopi dikumpulkan supaya memiliki penawaran yang kuat dalam pemasaran. Sehingga pasar kopi bisa menjadi salah satu upaya dari Dinas Kehutanan untuk menonjolkan kopi Indonesia yang bisa bersaing hingga mancanegara. "Misalnya kopi kita dari Gunung Puntang Sunan honey Malabar juga sudah bisa meraih peringkat dalam kompetisi di Amerika," ujarnya. Oleh sebab itu kopi Indonesia tidak kalah oleh kopi luar. Bahkan kopi khas Jawa Barat sudah banyak diminta oleh berbagai negara. Di sisi lain, Dinas Kehutanan juga mendorong petani kopi lokal untuk bersinergi dengan pesantren di Jawa Barat dalam meningkatkan ekonomi umat. Dinamakan kopi santri, sinergitas antara petani kopi dan pesantren akan menjadi simbiosis mutualisme supaya pesantren memiliki bidang usaha sendiri. "Apalagi untuk pesantren yang di sekelilingnya ada petani kopi di harapkan bisa saling berkolaborasi supaya Pesantren bisa usaha kopi dari petani, petani juga bisa menjual green bean ke pesantren," kata Epi.

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul 40 LMDH Ramaikan Pasar Kopi di Jalan ABC, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2019/04/03/48747/40-lmdh-ramaikan-pasar-kopi-di-jalan-abc

Penulis: Fathia Uqimul Haq
Editor : Dadi Haryadi
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak 40 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) menyuguhkan aneka kopi hasil taninya di kegiatan Pasar Kopi. Perhelatan yang digelar Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat ini meramaikan gedung ex matahari di jalan ABC Banceuy dengan sejumlah aneka kopi Indonesia. Sebut saja kopi dari Gunung Puntang Malabar Manglayang Pasundan honey, dan lain-lain. AYO BACA : Bangun Ekonomi Umat, Pesantren di Jawa Barat Didorong Usaha Kopi "Dengan dipasarkan dan ditarik ke pasar tentu akan mempermudah transaksi," kata Kepala Dinas Kehutanan Epi Kustiawan, Rabu (3/4/2019). Di pasar kopi, pengunjung dapat mencicipi langsung kopi hasil para petani. Kalau dirasa cocok, pengunjung bisa langsung membeli. AYO BACA : Isra Miraj, Masyarakat Hingga Pejabat Ramaikan Masjid Raya Bandung Selain itu para pengelola kopi dikumpulkan supaya memiliki penawaran yang kuat dalam pemasaran. Sehingga pasar kopi bisa menjadi salah satu upaya dari Dinas Kehutanan untuk menonjolkan kopi Indonesia yang bisa bersaing hingga mancanegara. "Misalnya kopi kita dari Gunung Puntang Sunan honey Malabar juga sudah bisa meraih peringkat dalam kompetisi di Amerika," ujarnya. Oleh sebab itu kopi Indonesia tidak kalah oleh kopi luar. Bahkan kopi khas Jawa Barat sudah banyak diminta oleh berbagai negara. Di sisi lain, Dinas Kehutanan juga mendorong petani kopi lokal untuk bersinergi dengan pesantren di Jawa Barat dalam meningkatkan ekonomi umat. Dinamakan kopi santri, sinergitas antara petani kopi dan pesantren akan menjadi simbiosis mutualisme supaya pesantren memiliki bidang usaha sendiri. "Apalagi untuk pesantren yang di sekelilingnya ada petani kopi di harapkan bisa saling berkolaborasi supaya Pesantren bisa usaha kopi dari petani, petani juga bisa menjual green bean ke pesantren," kata Epi.

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul 40 LMDH Ramaikan Pasar Kopi di Jalan ABC, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2019/04/03/48747/40-lmdh-ramaikan-pasar-kopi-di-jalan-abc

Penulis: Fathia Uqimul Haq
Editor : Dadi Haryadi


Sumber ( https://www.ayobandung.com/read/2019/04/03/48747/40-lmdh-ramaikan-pasar-kopi-di-jalan-abc)

Telah Dibaca:107 Kali


Polling

  Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
1 - 5 pohon
5 - 10 pohon
10 - 15 pohon
lebih dari 15 pohon
tidak menanam pohon

Home   Contact   Email   LogIn



Copyright © 2019 Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat