Dinas Kehutanan Prov Jabar

Peningkatan Keterampilan Budidaya Lebah dan Pengolahan Madu Untuk Masyarakat Sekitar Hutan dan Pondok Pesantren Melalui Kegiatan Diseminasi Teknologi Pengolahan Hasil Hutan

Multi fungsihutan dapat memberikan manfaat ekonomi, lingkungan dan sosial bagi negara danmasyarakat, tidak lagi dilihat dari hasil hutan kayu saja, tetapi juga potensihasil hutan lainnya, antara lain Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), ekowisata danjasa lingkungan. Produk HHBK selama ini seolah dipandang sebelah mata dan hanyadianggap sebagai hasil hutan ikutan. Hal ini diakibatkan sangat banyaknya jenisHHBK, sehingga tidak ada penanganan yang fokus dan terarah seperti halnya padaproduk hasil hutan kayu.

 

Salah satuproduk olahan HHBK adalah berupa madu yang dihasilkan dari sarang koloni lebah,baik yang berasal dari alam maupun hasil budidaya. Kebutuhanproduk  madu untuk tujuan industri kecantikan dan kesehatan sertakebutuhan industri minuman dan makanan terus meningkat.  Kesempatanini menjadi peluang usaha dan bisnis yang bisa laksanakan oleh masyarakat yangterintegrasi dalam bentuk agroforestyyang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program perhutanan sosial.

 

Namundemikian, kendala dalam pengembangan usaha kehutanan meliputi 3 (tiga) aspek,meliputi keterbatasan modal usaha, keterbatasan wawasan/keterampilan pelakuusaha dalam hal ini kelompok tani, serta sulitnya memasarkan produk yangdihasilkan. Sejalandengan itu, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah(UPTD) Pelayanan Pengolahan Hasil Hutan menginisiasi pelaksanaan KegiatanDiseminasi Teknologi Pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) untuk masyarakatdesa sekitar hutan berupa teknik pengembangan dan pengolahan madu.

 

Maksud diadakannya kegiatan iniyaitu untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan masyarakatdalam teknik pengembangan dan pengolahan madu. Adapun tujuan pelaksanaan diseminasiteknologi Hasil Hutan Bukan Kayu adalah dalam rangka meningkatkan nilai tambahproduk hasil hutan, meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan, sehinggadapat mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera menuju "Jawa Baratjuara lahir dan batin".

 

Waktupelaksanaan kegiatan selama 2 (dua) hari tanggal 16 s/d 17 Juli 2019, bertempatdi Anugrah Hotel Sukabumi, Jalan Raya Surya Kencana No 28 Kota Sukabumi,sedangkan praktek / kunjungan lapangannya ke Kelompok Tani Hutan (KTH) GunungArca Lestari Desa Bojong Kalong Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi.

 

Kegiatanini diikuti oleh peserta sebanyak 25 orang yang berasal dari wilayah kerja CabangDinas Kehutanan Wilayah III Kabupaten Sukabumi, diantaranya juga berasal dari PesantrenYatim Indonesia, yaitu Pondok Pesantren Yatim Mabda Islam yang beralamat diJalan Pasir Gede, Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi.Pesantren ini mempunyai lahan sekitar 6 - 8 Hektar, dengan kondisi lahan yangsubur yang memungkinkan tumbuhnya berbagai jenis tanaman yang dapatmenghasilkan pakan yang melimpah untuk lebah madu, sehingga mereka berencanauntuk mulai membudidayakan lebah madu sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi.Hal ini selaras dengan program yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat berupaOne Pesantren One Product (OPOP) yangbertujuan untuk mendorong pesantren di Jawa Barat agar lebih mandiri, yang padaakhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan, mengikis angka gini rasio sertamenekan aktivitas urbanisasi.


Sumber ( )

Telah Dibaca:371 Kali


Polling

  Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
1 - 5 pohon
5 - 10 pohon
10 - 15 pohon
lebih dari 15 pohon
tidak menanam pohon

Home   Contact   Email   LogIn



Copyright © 2019 Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat