Cari Artikel :

No Judul File
21
Ujung Kulon: Surga Tropis di Ujung Barat Pulau Jawa

Banten mengirim 1.000 pekerja rodi setiap hari untuk membangun pangkalan angkatan laut dan pelabuhan di Ujung Kulon.Seiring dengan berjalannya proyek, ribuan pekerja meninggal diserang malaria, kolera, gas beracun, dan dimangsa binatang buas. Akibat kondisi alam yang ganas itu banyak pekerja rodi yang lari dan akhirnya pekerjaan di Ujung Kulon gagal. Daendels kemudian memindahkan pembangunan pelabuhan itu ke Anyer, Banten.
Tanggal : 2009-04-08
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File Ujung Kulon.doc
 (44  KB)
[download]
22
Situ Gintung Potret Bunuh Diri Lingkungan

Pertama kita sampaikan duka cita mendalam pada keluarga korban Situ Gintung (sementara sudah 100 tewas). Saya ikut prihatin atas masih saja muncul musibah yang meminta banyak korban jiwa.

Tanggal : 2009-04-01
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File Situ Gintung Potret Bunuh Diri Lingkungan.doc
 (35  KB)
[download]
23
Elang Jawa

Elang Jawa atau dalam nama ilmiahnya Spizaetus bartelsi adalah salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia.

Tanggal : 2009-03-25
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File Elang Jawa.doc
 (74  KB)
[download]
24
Identifikasi Kondisi Eksisting Kawasan Lindung Prov. Jawa Barat (5 Kabupaten : Bandung, Bogor, Ciamis, Cianjur, Sumedang)

Tingkat perkembangan dan kemajuan dari semua aspek kehidupan saat ini diikuti dengan berbagai dampaknya, baik dampak positif maupun negatif yang bermuara kearah kerusakan dan kehancuran tatanan kehidupan. Perkembangan di era globalisasi yang berorientasi pada konsentrasi peningkatan ekonomi, ternyata telah memberikan dampak besar terhadap proses penghancuran ketahanan ekosistem di Jawa Barat. Pembalakan liar dan alih fungsi lahan hutan menjadi tambang maupun lahan pertanian dan permukiman, menjadi super prioritas perhatian untuk segera di sikapi dengan tindakan nyata maupun menyiapkan legal aspek, sebagai payung hukum menuju tindakan perubahan paradigma perlindungan terhadap keberadaan dan kejelasan kawasan sumberdaya hutan, dan kawasan yang berfungsi lindung lainnya secara permanen dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Tanggal : 2009-02-18
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File Identifikasi Kondisi Eksisting.doc
 (77  KB)
[download]
25
Tanaman Nyamplung Berpotensi Sebagai Sumber Energi Biofuel

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman, Badan Litbang Kehutanan Departemen Kehutanan akan menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema "Nyamplung - Sumber Energi Biofuel yang Potensial" pada hari Selasa tanggal 23 September 2008 di Ruang Rimbawan I, Gedung Manggala Wanabakti, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta. Seminar ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mensosialisasikan potensi nyamplung sebagai bahan energi biofuel, dan mendukung kebijakan pemerintah dalam mengatasi krisis energi nasional.

Di samping itu juga dalam rangka membangun koordinasi dengan para pihak terkait yang meliputi departemen, instansi pusat dan daerah, TNI AD, Perguruan Tinggi, Lembaga Litbang, BUMN, BUMS, lembaga masyarakat, dan media massa dalam pendayagunaan nyamplung sebagai bahan energi biofuel. Melalui seminar ini diharapkan dapat diperoleh masukan dari berbagai pihak untuk pelaksanan program penelitian dan pengembangan nyamplung pada Badan Litbang Kehutanan.

Tanggal : 2009-02-18
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File ./data/sosialisasi/jamurTiram.flv

26
Penangkaran Penyu akan Dijadikan Obyek Wisata

Tempat penangkaran satwa langka penyu di Pantai Pangumbahan, Desa Gunung Batu, Kecamatan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akan dijadikan obyek wisata.

"Kawasan telur penyu tersebut nantinya akan dijadikan sebagai lokasi wisata pendidikan, sehingga diharapkan dapat melindungi satwa penyu dari kepunahan," kata Bupati Sukabumi, Sukmawiaya kepada wartawan, Jumat.

Tanggal : 2009-02-18
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File Penangkaran Penyu akan Dijadikan Obyek Wisata.doc
 (29  KB)
[download]
27
Antara Jati Jawa Barat & Jawa Timur/Tengah

Secara umum kayu jati menjadi kayu yang paling awet dan memiliki nilai jual tinggi di dalam bisnis furniture. Selain teksturnya yang halus, kayu jati memiliki kelas awet yang baik. Sumber kayu jati yang paling besar adalah di pulau Jawa tepatnya di daerah Jawa Timur dan perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya di areal Cepu dan sekitarnya.

Dalam industri furniture yang menggunakan bahan baku utama kayu jati dikenal dengan istilah jati Jawa Barat & jati Jawa Timur/Tengah. Di Jawa Barat, hutan jati terkonsentrasi di sekitar Ciamis.
Tanggal : 2009-02-04
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File Antara Jati Jawa Barat.doc
 (39  KB)
[download]
28
Kupu-kupu, Keunikan Tiada Tara

TIDAKLAH berlebihan bila kupu-kupu dikatakan sebagai primadona di antara satwa avertebrata lainnya. Sayapnya yang indah dan menarik mampu memikat hati banyak orang. Susunan sisik serupa atap genteng pada sayap kupu-kupu memberi corak serta pola warna, dan ini merupakan dasar pemberian nama pada kelompok serangga ini, yaitu Lepidoptera.

Indonesia dianugerahi keragaman kupu-kupu yang berlimpah. Dari perkiraan 17.500 jenis kupu-kupu di dunia, tak kurang dari 1.600 jenis di antaranya tersebar di Indonesia. Kekayaan jumlah jenis ini hanya tertandingi oleh negara-negara tropis di Amerika Selatan, seperti Peru dan Brasil yang mempunyai sekitar 3.000 jenis.

Gambaran tentang keragaman dan kekayaan jenis kupu-kupu Indonesia dapat terlihat di sini. Spesimen kupu-kupu tersimpan dengan baik di Laboratorium Entomologi, Bidang Zoologi, Museum Zoologi Bogor, dan Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Tanggal : 2009-02-03
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File kupu-kupu.doc
 (38  KB)
[download]
29
SELINTAS KAJIAN PENGELOLAAN HUTAN DI JAWA BARAT

Oleh : Ir. Arifin Hakim

 

Degradasi dan deforestasi di Jawa Barat cenderung makin meluas dan berkembang dengan cepat, bahkan hutan lindung dan hutan konservasi pun tak luput dari fenomena dimaksud, baik yang berjalan secara ilegal, legal maupun ilegal yang dilegalkan, diantaranya penjarahan sumberdaya hutan, penebangan liar, penebangan pada hutan lindung, retribusi lahan hutan, penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, serta hal-hal lainnya yang telah berkontribusi terhadap timbulnya masalah yang sangat serius bagi kesinambungan pengelolaan sumberdaya hutan.

Terlepas dari besaran angka luasan dan tingkat keruskan kawasan hutan, maka secara faktual dapat diindikasikan bahwa tingkat penutupan lahan oleh vegetasi pada kawasan-kawasan hutan sudah sangat minim. Hal ini terbukti dengan terjadinya perubahan iklim mikro pada wilayah regional, berkurangnya kualitas dan kuantitas air, terjadinya bencana kekeringan maupun kebanjiran, kondisi temperatur yang ekstrim dan banyak dampak-dampak lainnya yang merupakan indikator kerusakan lingkungan pada kawasan hutan.

Tanggal : 2008-10-28
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File ./data/sosialisasi/jamurTiram.flv

30
Suyadi, Pelestari Hutan Mangrove Pesisir Rembang

Hendriyo Widi

Tiap kali angin musim barat dan angin musim timur berembus, wilayah pesisir pantai Rembang, Jawa Tengah, selalu bergejolak. Nelayan tidak melaut, tambak-tambak rusak, dan sejumlah permukiman diempas gelombang pasang.

Peristiwa itu terjadi sejak 48 tahun silam. Waktu itu, warga pesisir pantai membabat habis mangrove untuk tambak bandeng. Hal serupa terjadi pada era 1990-an tatkala budidaya udang windu merebak. Warga kembali menebangi mangrove untuk memperluas tambak. Tak heran jika keberadaan mangrove di pesisir sepanjang 60 kilometer itu sangat minim.

Tanggal : 2008-09-19
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File Suyadi.doc
 (102  KB)
[download]

Tanggal : Jum'at, 4 Januari 2008
E-mail :
Pilih File ./data/sosialisasi/jamurTiram.flv

<<Pertama <<Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya>> Terakhir>>

Link

Polling

  Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
1 - 5 pohon
5 - 10 pohon
10 - 15 pohon
lebih dari 15 pohon
tidak menanam pohon