Dishutbun Akan Menata Tahura Gunung Kunci

Ilustrasi

Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kab. Sumedang akan menyediakan rekreasi outbond serta menata sarana dan prasarana di Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci di Kec. Sumedang Selatan. Penataan sarana dan prasarana tersebut, seperti menata jalan, taman dan toilet yang ada di dalam kawasan hutan.

"Penataan Tahura Gunung Kunci ini, selain bertujuan meningkatkan kunjungan wisata, juga secara tidak langsung membantu menggairahkan usaha para PKL (Pedagang Kaki Lima) pindahan dari Alun-alun Sumedang," kata Sekretaris Dishutbun Kab. Sumedang, Agus Wahidin di ruang kerjanya, Selasa (28/4/2014).

Menurut dia, pengelolaan outbond serta penataan sarana dan prasarana di Tahura Gunung Kunci, merupakan penataan tahap awal. Hal itu disesuaikan dengan bantuan anggaran dari Pemprov Jabar yang dinilai terbatas Rp 400 juta.

Anggaran sebesar itu, dari kebutuhan anggaran penataan secara keseluruhan sekitar Rp 2 miliar. "Mudah-mudahan, pelaksanaannya bisa dimulai Mei nanti," tutur Agus.

Dikatakan, penataan Tahura Gunung Kunci, ke depan harus direvitalisasi secara menyeluruh karena kondisinya sepi pengunjung. Guna menghidupkan kembali potensi pariwisata di Tahura Gunung Kunci, perlu ada beberapa objek wisata tambahan. Seperti halnya sarana rekreasi keluarga serta tempat bermain anak.

"Tak cukup outbond saja, ditambah dengan flying fox, rumah pohon dan tempat rekreasi keluarga. Bagusnya lagi, di dalam kawasan hutan ada tempat pertemuan terbuka dan tertutup, termasuk panggung terbuka. Kalau ada rapat, tak perlu di gedung, melainkan di alam terbuka dengan hawa yang sejuk. Seandainya sarananya sudah lengkap, kawasan tahura seluas 2,7 hektare ini harus dipagar supaya aman. Untuk merevitalisasi Tahura Gunung Kunci ini, sedikitnya perlu dana sekitar Rp 6 miliar," kata Agus.

Lebih jauh ia menjelaskan, ketika kunjungan wisata ke Tahura Gunung Kunci meningkat, akan menggairahkan usaha para PKL pindahan dari Alun-alun Sumedang.

Terlebih para PKL banyak yang mengeluh karena sejak pemindahan mereka ke pelataran parkir tahura, usahanya jadi lesu. Bahkan banyak pedagang yang pindah lagi ke beberapa lokasi lainnya.

"Kalau tahura sudah ditata, mudah-mudahan akan banyak wisatawan yang datang. Tahuranya ramai, otomatis PKL pun ikut ramai," ujarnya.



:
  • Pemuliaan Murbei dan Bibit Ulat Sutera Alam, Upaya Pemenuhan Kebutuhan Sutera Alam Nasional
  • Degradasi Fungsi Hutan Memprihatinkan
  • Dishut Jabar Bertekad Pulihkan Fungsi Hutan Pada Tahun 2010
  • 12 Negara Bersatu Atasi Soal Hutan
  • Hutan Sukawayana Kian Kritis

    Sumber ( pikiran-rakyat.com)

  •   >> Ke Indeks Berita 

    Polling

      Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
    1 - 5 pohon
    5 - 10 pohon
    10 - 15 pohon
    lebih dari 15 pohon
    tidak menanam pohon

    Home   Contact   Email   LogIn



    Copyright © 2019 Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat