Selamat Datang di Website Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat
Peta Situs  Kontak    Mail    Login   
Kamis,   23 November 2017
 
 Rotan
 Sutera Alam
 Bambu
 Lebah Madu
 Jamur Kayu

JAMUR KAYU


Budidaya Jamur dan Manfaatnya

Dalam kehidupan manusia, jamur dapat mendatangkan keuntungan (mantaat) maupun kerugian. Manfaat langsung, misalnya beberapa jenis jamur dapat dijadikan bahan makanan seperti jamur shiitake, jamur kuping, jamur tiram, dan sebagainya. Manfaat tidak langsung yaitu banyak jamur yang menjadi bagian di dalam pembuatan obat-obatan tradisional misalnya jamu-jamu, ataupun obat-obatan modern

Di Indonesia khususnya di Jawa Barat budidaya jamur memiliki prospek yang cukup cerah karena kondisi alam dan lingkungan yang sangat mendukung, selain itu bahan baku untuk membuat subtract atau log tanam kayu cukup berlimpah. Begitu juga bibit jamur yang unggul sudah tersedia di Bandung yaitu di laboratorium Mikro biologi ITB, sehingga untuk memulai usaha budidaya jamur dalam skala terbatas tidak perlu untuk membeli bibit dan luar (mengimpor). Jamur kosumsi dan jenis jamur kayu yang memiliki nilai bisnis tinggi serta luas penggunaannya diantaranya:

JAMUR SHIITAKE

Jamur shiitake di Indonesia dikenal dengan nama jamur kayu coklat. Shiitake termasuk jamur kayu dan dapat tumbuh pada kayu gelondongan yang sudah kering (bukan lapuk) ataupun pada produk sampingan kayu, seperti serbuk gergajian kayu maupun serutan kayu. Penanaman mulai dan bibit hingga di panen, pada gelondongan kayu memerlukan waktu 6-12 bulan, sedangkan pada campuran bahan dapat kurang dan 3 bulan.

Shiitake sebagai jenis jamur berkhasiat obat yang dapat langsung dimakan mentah seperti halnya sayuran pada salad atau untuk lalab, juga dijadikan sebagai bahan sayuran serta makanan olahan lainnya.

Berdasarkan penelitian, ekstra jamur shiitake memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan tumor antara 72-92 %, oleh karena itu ekstra jamur ini mulai diarahkan sebagai penghambat tumor atau kanker.

JAMUR TIRAM

Jamur tiram mempunyai nama lain shimeji (jepang), Abalon mushroom atau ayster mushroom (Eropa atau Amerika), Supa liat (Jawa Barat). Warna tubuhnya putih, kecoklat-coklatan, keabu-abuan kekuning-kuningan, kemerah-merahan dan sebagainya sehingga namanya tergantung pada warna tubuhnya. Bila sudah terlalu tua, apalagi kalau sudah kering, jamur tiram akan liat walaupun terus menerus direbus. Jenis supa liat yang paling banyak dicari serta tumbuh secara alami yaitu yang tumbuh pada kayu lunak, seperti karet, kapuk, dan kidamar karena bentuknya besar, berdaging tebal,dan empuk.

Hal yang perlu diperhatikan dalam budi daya jamur tiram menyangkut faktor penentu, antara lain lokasi dengan ketinggian dan persyaratan lingkungan tertentu, sumber bahan baku untuk substrat tanam, dan sumber bibit (kalau mungkin bibit unggul).Bentuk dan ukuran bangunan disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya disesuaikan dengan jumlah log/substrat tanam , bahan-bahan yang diperlukan berupa tiang, kaso, dan sebagainya yang terbuat dari bambu misalnya bambu belung, atau dan kayu yang sudah diawetkan. Atap maupun dinding bangunan sebaiknya dan bambu ataupun bahan lain yang tidak cepat dirusak oleh adanya pertumbuhan serat jamur.
Manfaat dan jamur Tiram selain dapat disayur, jamur tirarn juga dapat diolah menjadi makanan lain, misalnya kerupuk,keripik, batikan di Eropa dan Amenika Jamur tiram sering dikonsumsi Iangsung, dijadikan semacam sayuran pada pembuatan salad. Dan paparan tersebut diketahui bahwa pangsa pasar untuk produk budi daya jamur tiram terbuka lebar, disamping kebutuhan konsumen setempat setiap hari.

JAMUR KUPING

Sebelum jamur kuping dibudidayakan seperti sekarang ini , petani sebenarnya telah mengupayakan budi daya secara sederhana. Jika kebetulan menemukan batang pohon kering yang ditumbuhi jamur kuping maka jamur itu dipanen kemudian batang pohon tersebut sengaja dibawa dan disimpan ditempat teduh. Pada musim hujan batang itu tidak perlu disiram, tetapi pada musim kemarau disiram pagi dan sore. Cepat ataupun lambat, pada batang kayu tersebut akan di tumbuhi jamur kuping yang kemudian dapat dipanen. Atau pula petani yang sengaja membuat tumpukan batang-batang pohon tunak, terutama pohon randu atau kapuk. Tumpukan batang tersebut disiram air maka cepat atau lambat akan ditumbuhi jamur kuping.Petani yang kreatif biasanya menebarkan serpihan batang kayu lainnya yang semula ditumbuhi jamur kuping di atas tumpukan batang kayu tersebut. Dengan demikian pentumbuhan jamur pada tumpukan batang akan lebih cepat.

Dan segi gastronomi ataupun organoleptik (yaitu rasa, aroma, dan penampilan), jamur kuping atau lember atau hiratake kurang menarik bila dihidangkan sebagai bahan makanan. Namun jamur ini sudah dikenal dekat sebagai bahan makanan yang memiliki khasiat sebagai obat dan penawar racun. Jamur kuping dapat di bedakan berdasarkan bentuk, ketebalan, dan warnanya. Jamur kuping yang mempunyai bentuk tubuh buah kecil di sebut jamur kuping tikus,di gemari oleh konsumen karena warnanya lebih made (terang) dan rasanya sesuai dengan selera. Sementara jamur kuping yang tubuh buahnya besar dan melebar sering disebut jamur kuping kambing atau gajah, rasanya sedikit kenyal atau liat sehinga kurang disenangi karena harus diiris keci-kecil bila akan dimasak.
 
Jamur kuping selain untuk ramuan makanan juga untuk pengobatan, misalnya untuk mengurangi panas dalam dengan cara merendamnya didalam air bersih semalam kemudian air rendamannya
diminum: Dapat pula digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada kulit akibat luka bakar, yaitu dengan cara mengompreskan air rendaman jamur kuping. Pada saat ini, jamur kuping kering mulai diolah menjadi semacam chips atau kenipik dan dijual di pasar swalayan dengan harga cukup mahal. 
Edit Terakhir : 26-11-2007 05:31:19
 




Polling
  Menurut Anda Populasi pohon di Kota Bandung
Sangat Banyak
Cukup Banyak
Kurang Banyak
Sedikit
Sangat Kurang


Peta Kawasan Hutan
Pelayanan



 

Copyright © Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat