Selamat Datang di Website Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat
Peta Situs  Kontak    Mail    Login   
Minggu,   25 Februari 2018
 
 Kabupaten Bogor
 Kabupaten Sukabumi
 Kabupaten Cianjur
 Kabupaten Purwakarta
 Kabupaten Bandung
 Kabupaten Garut
 Kabupaten Ciamis
 Kabupaten Sumedang
 Kabupaten Kuningan

 


TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO


KEADAAN FISIK KAWASAN

Luas dan Letak
Taman Nasional (TN) Gunung Gede Pangrango adalah salah satu dari lima TN yang diumumkan oleh pemerintah pada tahun 1980. TN Gunung Gede Pangrango mempunyai luas15.196 Ha, yang meliputi  Cagar Alam Cibodas, Cagar Alam Cimungkat dan Taman Wisata Alam Situgunung.

Menurt adminitrasi pemerintahan termasuk kedalam tiga wilayah Kabupaten yaitu : Kabupaten Cianjur, Bogor, dan Sukabumi. Kantor pengelola TN  terletak disebelah kanan jalan , sebelum pintu masuk Kebun Raya Cibodas.

Topografi
Kwasan TN Gunung Gede terdiri dari beberapa gunung, yaitu Gunung Pangrango (3.019 m), Gede (2.958 m), Gumuruh (2.929 m), Masigit (2.500 m), Lingkung (2.100 m), Mandalawangi (2.044 m) dan beberapa gunung kecil lainnya.

Dibeberapa tempat bertopografi landai sampai datar, misalnya Alun-alun Surya kencana (50 Ha) yang terletak dikomplek Puncak Gede, Alun-alun Mandalawangi (5 Ha) di puncak Pangrango dan di komplek Danau situgunung(15 Ha). Ketinggian tempat berfariasi : mulai 800 meter sampai 3.019 meter di atas permukaan laut.

Iklim
TN Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu kawasan terbasah di pulau jawa dengan curah hujan rata-rata 3.000-4.200 mm per tahun. Bulan basah pada perode Oktober sampai Mei, pada saat musim barat laut dan rata-rata hujannya lebih dari 200 mm per bulan. Bulan Desemeber sampai Maret curah hujannya dapat mencapai lebih dari 400 mm per bulan. Pada periode ini biasanya puncak Gunung Gede dan Parangrango tertutup kabut dan pengunjung dilarang masuk.

Menurut klasifikasi iklim Scamidt dan Ferguson , tipe iklim dikawasan ini termasuk tipe iklim A. Rata-rata temperaturnya bervariasi antara 18C di Cibodas dan kurang dari 10C di puncak Pangrango.

POTENSI BIOTIK KAWASAN

Flora
Secara  keseluruhan  kawasan TN Gunung Gede Pangrango termasuk formasi hutan hujan tropis pegunungan dengan tiga asosiasi hutan yang utama yaitu asosiasi puspa, asosiasi puspa-jamuju serta sosiasi hutan cantigi. Namun demikian di samping tiga asosiasi hutan tersebut, terdapat beberapa asosiasi hutan lain yang sifatnya lokal.
Apabila dilihat dari jenis-jenis pohon yang mendominasi di setiap ketinggian tempat, maka dapat dikelompokkan menjadi zona-zona sebagai berikut:

ZONA SUB MONTANA (800-1.400 meter) ditandai dengan tiga lapisan tajuk yang didominasi oleh rasamala (altingia excelsa) yang tinggi pohonnya dapat mencapai 60 meter dan Castanopsis aegntea, Antidesma tetrandum dan litsea Sp. Dan semak-semak (Ardisia fulginosa dan Dichera febrifuga).

Selain itu banyak jenis tumbuhan bawah, epifit dan lumut, di antaranya dapat di jumpai begonia, paku-pakuan,anggrek dan lumut merah (Sphagnum gedeanum). Salah satu yang mudah dikenali adalah jenis dari paku-pakuan (Asplenium nidus) yang berdiameter dapat mencapai 2 meter

ZONA MONTANA (1.400-2.400 meter) : memiliki beberapa jenis yang mudah dikenali yaitu: puspa (scima wallichii), jamuju (podocarpus imbricatus), dan kijebung (polyosma illifocia).

ZONA SUB ALPIN (di atas 2.400 meter) : ditandai adanya dominasi jenis cantigi (Vaccinium varingiaefolium) dan bahkan merupakan vegetasi tunggal di daerah kawah. Tumbuhan lainnya yang terdapat  di zona ini adalah bunga edelwis (anaphalis javanica) yang oleh para pencinta alam disebut bunga abadi karena bunganya separti tidak pernah layu.

Berdasarkan hasil surfey yang dilaksanakan pada tahun 199, dilaporkan bahwa keanekaragaman jenis tumbuhan di kawasan Taman Nasional ini, jumlahnya makin menurun dengan semakin tingginya tempat dari permukaan laut. Pada zona Sub Montana terdapat 249 jenis flora, zona Montana terdapat 185 jenis dan di zona Sub Alpin hanya terdapat 36 jenis.

Fauna
Tingginya nilai keaneragaman jenis tumbuhan di TN ini disebabkan adanya curah hujan yang tinggi, sinar matahari yang cukup, keadaan topografi yang bergunung-gunung, keadaan tanahnya yang subur dan faktor lainnya yang mendukung, maka hidup dan berkembang biaklah berbagai jenis satwa. Satwa tersebut meliputi mamalia, burung (aves), serangga (insekta), binatang melata (reptilia), binatang yang hidup diair dan didarat (amphibia), dan beberapa jenis binatang air.
Burung yang hidup di TN Gede Pangrango 250 jenis atau lebih dari 50% jenis burung yang ada di pulau jawa . Beberapa jenis yang mudah dijumpai diantaranya adalah : elang jawa (Spizaetus bartelsi), tukung tumpuk (Megalaina corvina), burung kipas (Rhipidura phoenicura), burung kuda (Garulax  rutriforn), berecet (Alcippe phychoptera), srigunting (Dicrurus remifer), sepah (Perirotus miniatus), cingcoang (Myomela diora), jarak hutan (Herpactes reinwardtii) dan cicakopi (Pomatorhinus montanus).
Beberapa jenis satwa liar tergolong langka  yang ada di kawasan hutan gunung Gede Pangrango diantarany adalah : macan tutul ( Panthera pardus), anjing hutan (Ciuon palnus), trenggiling (Manis javanica), kancil (Tragulus javanicus) dan kijang (Muntiakus muntjak).
Empat primata yang kadang terdengar suaranya adalah : owa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata), lutung (Trachypitechus auratus) dan kera abu-abu (Macaca fascicularis). Owa dan surili adalah satwa endemik dan dilindungi undang-undang.
Beberapa jenis kupu-kupu juga terdapat di TN Gede Pangrango. Cacing sonari, sejenis cacing besar yang panjangnya bisa mencapai 60 cm. Juga terdapat dan sering terdenger suaranya yang mendengung cukup keras.

POTENSI WISATA ALAM

Rekreasi alam yang dilakukan antaranya adalah untuk berolahraga jalan kaki, mendaki, berkemah, memotret, menyaksikan dan menikmati keindahan alam, mengagumi gejala-gejala alam yang ada, di antara lain yaitu :
  1. Telaga Biru: terletak 1,5 km. Dari pintu masuk cibodas. Disebut telaga biru kencana airnya dapat terlihat berwarna biru yang disebabkan oleh jenis ganggang biru yang hidup didalamnya. Warna biru akan lebih jelas terlihat apabila permukaan air telaga tersinar matahari.
  2. Rawa Gayonggong : terletak 1,8. Dari pintu masuk Cibodas. Rawa mengandung belerang dengan latar belakang hutan pegunungan yang terdapat pada ketinggian 1.400 meter itu, merupakan pemandangan unik yang langka.
  3. Air Terjun : air terjun Cibeureum terletak 2,5 Km dari pintu masuk Cibodas. Dilokasi air terjun ini terdapat dua buah air terjun lainnya yang lebih kecil yaitu : air terjun cikundul dan cidendeng. Disisi sebelah kanan dari air terjun Cibeurem terdapat limut merah (spagnum gedeanum) yang tidak dapat diketemukan di lokasi lain. Air terjun ini merupakan air terjun tertingggi yang dapat di kunjungi oleh wisatawan. Air terjun curug Sawer terletak 2 km dari pintu masuk taman wisata Alam Situ Gunung. Umumnya air terjun ini merupakan tujuan awal dari kunjungan wisatawan, baru kemudian menuju ke telaga untuk bersantai sambil menikmati kesejukan udara dan indahnya panorama yang  ada.
  4. Air panas : terletak 5,2 km dari pintu masuk cibodas, diketinggian 2150 m. Dpl. Tidak jauh dari tempat berkemah Kandang Batu. Para pendaki biasanya menyempatkan diri mandi di mata air panas tersebut sambil beristirahat, sebelum melanjutkan perjalanannya.
  5. Kawah Gunung Gede : Kawah Gunung Gede berjarak 8,9 km dari pintu masuk Cibodas. Sejauh 500 meter mendekati puncak, merupakan daerah yang gersang sebagai akibat letusan gunung yang pernah terjadi. Di daerah ini tidak terdapat pepohonan dan rerumputan hanya tumbuh menyebar di beberapa tempat. Kawah Gunung Gede masih aktif dan secara periodik mengeluarkan gas-gas yang berbau belerang. Terdapat tiga buah kawah dalam satu kompleks yang berdekatan,yaitu : Kawah Ratu yang paling besar,Kawah Lanang dan Kawah Wadon.
  6. Alun-alun suryakencana : Pada ketinggian 2.750 meter,antara Gunung Gede dan Gunung Gemuruh, terdapat daerah datar dengan panjang 1.500 meter dan lebar 250 meter. Lokasi ini berjarak 10,2 km dari pintu masuk Cibodas dan 6,9 km dari pintu masuk gunung putri. Di daerah tersebut banyak ditemukan bunga edelwis yang betebaran memutih memenuhi luasnya alun-alun.Dibeberapa tempat, pohon bunga edelwis dapat mencapai tinggi 4 5 meter. Di alun-alun Suryakencana disediakan tempat berkemah untuk kapasitas 40 tenda.
  7. Alun-alun Pangrango : terletak dilereng gunung Pangrango. Seperti alun-alun Suryakencana, lapangan ini banyak ditumbuhi bunga edelwis tetpi luasnya lebih kecil daripada alun-alun Suryakencana.

Sarana dan Prasarana
Fasilitas untuk para wisatawan yang senang melakukan kegiatan wisata alam di kawasan TN Gunung Gede Pangrango cukup tersedia. Di pintu masuk Cibodas terdapat Wisma Cinta Alam dan Pusat Informasi.
Jalan setapak dengan lebar antara 1 1,5 meter yang telah diperkeras dengan batu, menghubungkan Cibodas, Gunung Putri, Selabintana dan obyek obyek  lainnya.

AKSESIBILITAS

TN Gunung Gede Pangrango dapat dicapai melalui empat pintu masuk yaitu Cibodas dan Gunung Putri (Kabupaten Cianjur) serta Salabintana dan Situgunung (Kabupaten Sukabumi). Pintu masuk Cibodas merupakan pintu utama dan terletak dekat kantor Taman Naional. Dapat ditempuh dengan mobil; jarak dari Jakarta 100 Km atau dapat ditempuh dengan waktu 2,5 jam dan dari Bandung ditempuh selama 2 jam. Pintu masuk Gunung Putri yang agak berdekatan dengan Cibodas dan Pacet. Pintu masuk Situgunung berjarak 15 Km dari Cisaat, Sukabumi.

Edit Terakhir : 13-01-2008 21:56:45
 
Statistik (All Edition)
Surili (All Edition)
Foto dan Multimedia
Peta Kawasan Hutan

 

Copyright © Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat