SENGON UNGGUL TAHAN PENYAKIT BERHASIL DIKEMBANGKAN, TINGKATKAN PELUANG INDONESIA SEBAGAI PEMASOK UTAMA SENGON DUNIA
Kamis, 23 Mei 2019


YOGYAKARTA, solotrust.com- Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta berhasil mengembangkan sengon (Falcataria moluccana) yang tahan terhadap penyakit karat puru atau karat tumor. Hal ini dikabarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) via lamannya, Selasa (21/5/2019). Selain tahan penyakit, sengon unggul ini juga mempunyai potensi riap volume sebesar 45-54 m3 /ha/tahun dan telah mendapatkan sertifikat Kebun Benih Semai (KBS) dengan jangka waktu 2018 -2023. Pengembangan sengon unggul yang toleran terhadap penyakit karat tumor dilakukan melalui beberapa tahap mulai dari seleksi benih, membangun kebun benih, seleksi pohon superior, memanen benih unggul generasi pertama dan membangun kebun benih generasi berikutnya.
KUKANG JAWA, SI PEMALU YANG PALING TERANCAM PUNAH
Kamis, 23 Mei 2019


SATUHARAPAN.COM - Sepasang mata lebar, hidung bulat, serta bulu yang lebat, membuat kukang jawa menjadi hewan yang terlihat menggemaskan. Kukang merupakan primata imut yang kadang disebut pula malu-malu. Kukang jawa (Nycticebus javanicus), menurut Wikipedia, adalah primata dan spesies kukang asli yang menyebar di bagian barat dan tengah Pulau Jawa. Pada dahinya terdapat pola berlian keputihan yang mencolok. Kukang jawa bersifat arboreal dan bergerak perlahan, bukan melompat dari pohon ke pohon. Habitatnya termasuk hutan primer dan hutan sekunder, tetapi juga dapat ditemukan di hutan bambu dan mangrove, serta di perkebunan cokelat.
BERJASA TERHADAP TAHURA DJUANDA, NAMA MASHUDI DISEMATKAN PADA GERBANG UTAMA
Rabu, 22 Mei 2019


BANDUNG, (PRFM) - Nama mantan Gubernur Jawa Barat, Letjen Mashudi disematkan pada gerbang utama Taman Hutan Raya (THR) Djuanda, Kota Bandung. Kepala Tahura Djuanda, Lianda Lubis menuturkan, rencana menyematkan nama Mashudi pada gerbang utama Tahura telah ada sejak 2016 silam. Namun karena terkendala anggaran, nama Mashudi baru diresmikan di gerbang utama Tahura Djuanda pada 2019 ini. "Beliau membuat yang tadinya kebun raya menjadi Tahura, hingga ditetapkan menjadi Tahura pertama di Indonesia pada tahun 1985," ucapnya saat on air di PRFM, Selasa (21/5/2019).
RIDWAN KAMIL MINTA JEPANG BANTU PECAHKAN PR SEPANJANG CITARUM
Rabu, 22 Mei 2019


TOKYO - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membeberkan sejumlah rencana strategis pihaknya dalam menata Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dalam pertemuannya dengan State Minister of the Environment, Japan Tsukasa Akimoto di Tokyo, Senin (20/5/19) waktu setempat. Emil-sapaan akrab Gubernur Ridwan Kamil mengatakan masalah di Citarum sangat komplek mengingat DAS tersebut melewati lebih dari tujuh kabupaten/kota. Masalah makin berat karena industri banyak berdiri di sana, termasuk perumahan. "Sehingga butuh langkah strategis," kata Emil. Karena itu pihaknya berencana memindahkan industri di sekitar sungai, ke area dekat pelabuhan Patimban, Subang yang dibangun oleh JICA. "Jika industri itu berpindah ke area Patimban, maka Citarum akan kami ubah dari zona industri ke zona pemukiman dan rekreasi," katanya.
GUBERNUR BAHAS SEJUMLAH POIN PENTING DENGAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP JEPANG
Selasa, 21 Mei 2019


TOKYO - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam lawatannya ke Jepang bertemu secara khusus dengan Menteri Lingkungan Hidup [LH] Jepang Tsukasa Akimoto, Senin (20/5/19) waktu setempat. Gubernur Ridwan Kamil dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Vice Minister for Global Environment Affairs KLH Jepang Yasuo Takahashi tersebut memaparkan hubungan kerjasama antara Indonesia-Jepang khususnya dengan Jawa Barat yang sangat panjang. "Provinsi kami bisa dibilang rumah kedua bagi orang Jepang di Indonesia," kata gubernur yang akrab disapa Emil ini.
Berita

Sengon Unggul Tahan Penyakit Berhasil Dikembangkan, Tingkatkan Peluang Indonesia Sebagai Pemasok Utama Sengon Dunia
Kamis, 23 Mei 2019

Kukang Jawa, si Pemalu yang Paling Terancam Punah
Kamis, 23 Mei 2019

Berjasa Terhadap Tahura Djuanda, Nama Mashudi Disematkan Pada Gerbang Utama
Rabu, 22 Mei 2019

Ridwan Kamil Minta Jepang Bantu Pecahkan PR Sepanjang Citarum
Rabu, 22 Mei 2019

Gubernur Bahas Sejumlah Poin Penting Dengan Menteri Lingkungan Hidup Jepang
Selasa, 21 Mei 2019

Harkitnas ke-111: Gotong Royong Adalah Kunci Jabar Juara Lahir Batin
Selasa, 21 Mei 2019

Delegasi Tiongkok Kagumi Keindahan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Selasa, 21 Mei 2019

1 2 3 4 5
 
Sorotan Kita
SEKILAS TENTANG BUDIDAYA MADU KLANCENG DI CABANG DINAS KEHUTANAN WILAYAH I
Kamis, 4 April 2019

Oleh : ERWIN SETIAWAN, CABANG DINAS KEHUTANAN WILAYAH I Salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) adalah madu. berbicara soal madu pasti terdapat banyak jenisnya dan berbeda juga manfaatnya. Salah satu madu yang saat ini tengah banyak diburu oleh masyarakat di pasaran adalah jenis Madu Klanceng (Teuweul). Madu Klanceng merupakan jenis madu yang di hasilkan oleh lebah yang berjenis genus Trigona. Lebah jenis ini mengumpulkan nektar dari berbagai macam bunga (multiflora) sehingga madu yang dihasilkan oleh lebah ini memiliki warna, aroma dan rasa madu yang berbeda setiap sarangnya. Secara umum lebah madu ada yang bersengat (Apis cerana, A. meliafera, A.dorsata, dll) dan lebah madu yang tidak bersengat (Trigona sp). Usaha budidaya lebah klanceng (Trigona sp) di Cabang Dinas Kehutanan Wilayah I terletak di Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Terletak di pinggiran hutan yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, tentunya tidak sulit untuk kelompok tani ini mengembangkan lebah Trigona sp. Dengan pakan yang berlimpah karena lokasi berada di perbatasan hutan taman nasional.

Link

Polling

  Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
1 - 5 pohon
5 - 10 pohon
10 - 15 pohon
lebih dari 15 pohon
tidak menanam pohon


Home   Contact   Email   LogIn



Copyright © 2019 Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat