Cari Artikel :

No Judul File
31
PENGELOLAAAN KAWASAN HUTAN MANGROVE YANG BERKELANJUTAN

Oleh : Mangrove Information Centre

1. Ekosistem Mangrove

    1.1   Sumber Daya Mangrove dan Pesisir

            Formasi mangrove merupakan perpaduan antara daratan dan lautan. Mangrove tergantung pada ai laut (pasang) dan air tawar sebagai sumber makanannya serta endapan debu (sedimentasi ) dari erosi daerah hulu sebagai bahan pendukung substratnya. Air pasang memberi makanan bagi hutan dan air sungai yang kaya mineral memperkaya sedimen dan rawa tempat mangrove tumbuh. Dengan demikian bentuk hutan mangrove dan keberadaannya dirawat oleh kedua pengaruh darat dan laut.

Tanggal : 2008-09-09
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File PENGELOLAAAN KAWASAN HUTAN MANGROVE.doc
 (65  KB)
[download]
32
RESTORASI EKOLOGI HUTAN MANGROVE

Oleh : Tarsoen Waryono dan Didit Eko Yulianto

 

Abstrak

Hutan mangrove merupakan salah satu bentuk ekosistem hutan yang unik dan khas, memiliki nilai ekonomis dan ekologis yang tinggi, tetapi sangat rentan terhadap kerusakan apabila kurang bijaksana dalam pengelolaannya.

Restorasi ekologi pada dasarnya merupakan tndakan suilvikultur melalui rekayasa lingkungan, mulai dari penelusuran tapak hingga diketahui tabiat upaya-upaya pemulihannya.

Pulih kembalinya kawasan mangrove seperti sediakala sebelum terdegradasi, menjamin kembali pulihnya habitat bagi kehidupan satwa liar.

Tanggal : 2008-09-04
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File RESTORASI EKOLOGI HUTAN MANGROVE.doc
 (71  KB)
[download]
33
Pengembangan Persuteraan Alam di Jawa Barat

Oleh : Ir. Budi Susatijo

Kepala Sub Dinas Pembinaan dan Perlindungan Hutan

Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat

Pengantar

 

Tulisan yang disajikan dibawah ini menyajikan materi secara ringkas mengenai “Persuteraan Alam di Jawa Barat” dalam rangka Pelatihan Sutera Alam. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini kita, khususnya para Petani Sutera Alam dapat lebih memahami kondisi sumberdaya alam dan lingkungannya yang ada di Jawa Barat serta dapat berkiprah, khusunya dalam rangka mendukung upaya pengembangan Persuteraan Alam di Jawa Barat. 

 

 

Pengertian

 

Persuteraan Alam merupakan kegiatan agro-industri” yang dimulai dari penanaman murbei (produksi daun), pembibitan ulat sutera (produksi bibit ulat), pemeliharaan ulat sutera (produksi kokon), penanganan kokon (processing), pemintalan (produksi benang), pertenunan (produksi kain sutera) sampai dengan pemasaran kain sutera.

Kegiatan Persuteraan Alam ini merupakan salah satu upaya rehabilitasi lahan dan konservasi tanah, serta merupakan salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan daya dukung dan produktivitas lahan, terutama pada lahan-lahan yang belum optimal dimanfaatkan.

Usaha ini termasuk pada usaha industri rumah tangga yang relatif mudah dikerjakan, bertekhnologi sederhana, bersifat padat karya, cepat menghasilkan dan bernilai ekonomis tinggi.

Tanggal : 2008-09-03
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File Pengembangan Persuteraan Alam di Jawa Barat.doc
 (43  KB)
[download]
34
HUTAN SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF LUMBUNG PANGAN

Oleh : Ir. Budi Susatijo

 

A. PENDAHULUAN

1.      Hutan bagi masyarakat bukanlah hal yang baru, terutama bagi masyarakat yang masih memiliki nilai-nilai dan kultur tradisional. Sejak jaman dahulu, mereka tidak hanya melihat hutan sebagai sumber daya potensial saja, melainkan memang merupakan sumber pangan, obat-obatan, energi, sandang, lingkungan dan sekaligus tempat tinggal mereka.Bahkan ada sebagian masyarakat tradisional yang meyakini bahwa hutan memiliki nilai spiritual.

2.      Sebagai sumber pangan, masyarakat sekitar hutan mengelola lahan dengan pola perladangan (talun) untuk ditanami pohon serta pada lantai hutan ditanami dengan tanaman pangan (palawija).

Tanggal : 2008-08-28
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File HUTAN SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF LUMBUNG.doc
 (60  KB)
[download]
35
Prospek Pengembangan Durian Unggul (Durio Zibethinus Murr) pada Hutan Rakyat

Oleh : Liliek Haryjanto

 

Pendahuluan

Pembangunan kehutanan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan masyarakat pada umumnya dan khususnya masyarakat yang berada di sekitar hutan. Pengalaman menunjukkan bahwa pengelolaan hutan yang hanya dititikberatkan pada pengelolaan yang memandang hutan sebagai kumpulan kayu ( timber management ) dan bukannya sebuah ekosistem hutan dengan segala aspek yang terkait dengan keberadaan hutan termasuk masyarakat di sekitar hutan ( forest resources management ) telah mengakibatkan tatanan yang maha hebat pada keberadaan hutan itu sendiri.

Tanggal : 2008-08-26
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File Durian.doc
 (46  KB)
[download]
36
Investasi Berwawasan Lingkungan


JAWA Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki alam dan pemandangan yang indah. Jabar memiliki berbagai potensi yang dapat diberdayakan, antara lain menyangkut sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya perekonomian. Secara geografis, Provinsi Jawa Barat terletak di antara 5o50`-7o50` LS dan 104o48`-104o48` BT dengan batas-batas wilayahnya sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa dan DKI Jakarta, sebelah timur dengan Provinsi Jawa Tengah, sebelah selatan dengan Samudra Indonesia, dan sebelah barat dengan Provinsi Banten.

Tanggal : 2008-08-19
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File Investasi Berwawasan Lingkungan.doc
 (34  KB)
[download]
37
Membangun Kemitraan Dalam Pengelolaan Ekosistem Di Kawasan Gunung Ciremai

Oleh : Yudi Sumarna, S.Hut, MM, M.Si

 

1. Gmbaran Umum Kawasan Gunung Ciremai

Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut dengan luas 15.518,23 hektar. Gunung ini terletak di dua kabupaten, yakni Kabupaten Kuningan (luas 8.205,38 hektar) dan Kabupaten Majalengka (luas 7.308,95 hektar). Pada saat ini, kawasan tersebut mengalami perubahan fungsi dari kawasan hutan lindung menjadi Taman Nasional dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 424/Menhut-II/2004 tanggal 19 Oktober 2004 tentang Perubahan Fungsi Kawasan Hutan Lindung Gunung Ciremai menjadi Taman Nasional.

Kawasan Gunung Ciremai mempunyai ketinggian mulai dari 250 Mdpl – 3.078 Mdpl. Curah hujan berkisar anatara 2.000-4.500 mm/tahun sedangkan curahan hujan tertinggi mencapai 4.000-4.500 mm/tahun yang terjadi di sekitar puncak dan curahan terendah antara 2.00-2.500 mm/ tahun yang terjadi di sebelah Timur kawasan Ciremai. Bulan kerin g terjadi antara bulan Juli-September dengan curah hujan rata-rata bulanan antara 25-150 mm, sedangkan bulan basah terjadi pada bulan November-Maret dengan curah hujan rata-rata bulanan antara 200-900 mm. Suhu udara antara 150C-270c, kecuali didaerah puncak Gunung Ciremai antara 40C-180C.

Tanggal : 2008-07-29
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File ./data/sosialisasi/jamurTiram.flv

38
KONTRIBUSI KEHUTANAN TERHADAP PRODUK DOMESTIK BRUTO

Dodik Ridho Nurrochmat

 

Pengertian Produk Domestik Bruto

Neraca pendapatan nasional (national income accounting) merupakan salah satu inovasi penting dalam pengukuran indikator pembangunan pada abad keduapuluh. Neraca pendapatan nasional menunjukkan tinggi rendahnya tingkat pendapatan nasional suatu negara, serta sumbangan masing-masing sektor kegiatan ekonomi terhadap besarnya tingkat pendapatan nasional yang bersangkutan. Dalam sistem neraca pendapatan nasional dikenal beberapa istilah penting, diantaranya: Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Neto (PDN), Produk Nasional Bruto (PNB), Produk Nasional Neto (PNN), Pendapatan Domestik dan Pendapatan Nasional. Konsep dasar yang sudah lama dianut adalah jika elemen penyusutan (depresiasi) modal buatan manusia (man-made capital atau produced capital) dikurangkan dari nilai PDB, maka diperoleh nilai Produk Domestik Neto (PDN). Selanjutnya jika PDN ini dikurangi lagi dengan nilai pajak tidak langsung (indirect taxes), didapatkan nilai Pendapatan Nasional (Suparmoko dan Nurrochmat, 2005).

 

Tanggal : 2008-07-28
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File rakor mpu pdrb hijau.pdf
 (204  KB)
[download]
39
Si Langka dari Cirebon, Si Kuya Belawa

Hewan langka ini hanya bisa di temui di Cireobon, itupun tidak sembarangan tempat hanya ada di Desa Belawa, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Cirebon. Biasa disebut dengan Kura-kura Belawa, dengan nama latin Aquatic Tortose OrtiliaNorneensis. Di kolam penampungan yang cukup sederhana, sedikitnya 20 kura-kura bertempurung unik ini hidup dan berkembang biak. Dan karena langkahnya, kura-kura Belawa termasuk hewan yang dilindungi.

Tanggal : 2008-07-22
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File Si Langka dari Cirebon.doc
 (24  KB)
[download]
40
Melihat Si Cantik Anggrek Hitam


JIKA Anda melakukan perjalanan wisata ke Kalimantan Timur, jangan lupa sempatkan datang ke Cagar Alam Kersik Luway, Sekolaq Darat, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Cagar alam ini termasuk unik meski berada di perbukitan pedalaman Kalimantan Timur, karena yang kita lihat adalah hamparan pasir putih seperti layaknya di tepi laut.
Tanggal : 2008-07-18
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File Melihat Si Cantik Anggrek Hitam.doc
 (22  KB)
[download]

Tanggal : Jum'at, 4 Januari 2008
E-mail :
Pilih File ./data/sosialisasi/jamurTiram.flv

<<Pertama <<Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya>> Terakhir>>

Link

Polling

  Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
1 - 5 pohon
5 - 10 pohon
10 - 15 pohon
lebih dari 15 pohon
tidak menanam pohon