Cari Artikel :

No Judul File
11
KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI

Saat ini, banyaknya kekhawatiran yang timbul terhadap hilangnya hutan tropis berasal dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya hutan sebagai gudang keanekaragaman hayati. Akan tetapi pengetahuan tentang keadaan/status dan luasan keanekaragaman hayati yang hilang akibat gangguan hutan masih sangat terbatas.

Tanggal : 2010-10-29
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI.doc
 (37  KB)
[download]
12
Bambu untuk Mengahadapi Pemanasan Global

Oleh Herawati Sikumbang

Bambu berpotensi sebagai solusi  menghadapi permasalahan lingkungan terutama dalam mengatasi pemanasan global. Menurut Prof. Dr. Elizabeth Widjadja di Bandung, cepatnya pertumbuhan bambu dibanding dengan pohon kayu, membuat bambu dapat diunggulkan untuk menyelamatkan deforestasi. Selain itu, bambu juga merupakan penghasil oksigen paling besar dibanding pohon lainnya. Bambu juga memiliki daya serap karbon yang cukup tinggi untuk mengatasi persoalan CO2 di udara. Tanaman ini juga cukup baik untuk memperbaiki lahan kritis.

Tanggal : 2010-10-29
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File Bambu untuk Mengahadapi Pemanasan Global.doc
 (204  KB)
[download]
13
Kehutanan

Hutan mempunyai jasa yang sangat besar bagi kelangsungan makhluk hidup terutama manusia. Salah satu jasa hutan adalah mengambil karbon dioksida dari udara dan menggantimya dengan oksigen yang diperlukan makhluk lain. Maka hutan disebut paru-paru dunia. Jadi, jika terlalu banyak hutan yang rusak, tidak akan ada cukup oksigen untuk pernapasan.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, yang dimaksud dengan hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan

Tanggal : 2010-08-03
E-mail : fitriani_dlast@yahoo.com
Pilih File Kehutanan.doc
 (44  KB)
[download]
14
Konsep Pembangunan Eco-Homestay

Eco-homestay merupakan salah satu sarana akomodasi di daerah tujuan ekowisata yang bernuansakan kedaerahan (tradisional), alami, bersih, sehat, aman, tertib dan ramah lingkungan. Jadi tidak mungkin suatu eco-homestay dibangun di suatu daerah yang kumuh.

Tanggal : 2009-07-14
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File Konsep Pembangunan Eco.doc
 (42  KB)
[download]
15
Pengaruh Pengelolaan Hutan Produksi terhadap Keragaman Jenis Plasma Nutfah Perairan

Pengelolaan hutan produksi dengan model penebangan Reduced Impact Logging (RIL) membuat pembukaan tajuk seluas 13,3 % yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan penebangan konvensional (CNV) dengan pembukaan tajuk seluas 19,2 %, memberikan pengaruh yang berbeda terhadap keanekaragaman hayati perairan. Ketersediaan nutrisi dan hara penting yang lebih baik di perairan kawasan RIL ditunjang oleh tingginya residu terlarut 95% dan rendahnya kecepatan aliran air sungai 50% dari perairan sekitar CNV. Kondisi fisik perairan yang demikian menunjukkan perbedaan nyata terhadap perbandingan nitrat dan fosfat (N/T rasio) di RIL dan CNV, yaitu 77,5 dan 51,3. Nilai ini menunjukkan kadar nitrat perairan yang tinggi, dan perairan berada dalam tipe oligotropic. Indeks keragaman jenis plankton di RIL 1,754 dan di CNV 1,682 dengan populasi masing-masing 12.916 individu /liter dan 7.222 individu/liter. Jumlah plankton ini berkorelasi positif dengan N/P rasio (r = 0,9). Di perairan sekitar DAS areal penelitian terdapat 28 jenis ikan tergolong dalam 20 genera dan 8 famili. Famili dominan adalah Cyprinidae 57,14%, Bagridae 17,14%,dan Anguillidae 7,14%. Sebagian besar ikan jenis endemik Kalimantan terdapat pula di kedua perairan RIL dan CNV, tetapi jenis yang mempunyai kerapatan dan frekuensi relatif tinggi ditemukan lebih banyak di perairan RIL.
Tanggal : 2009-07-14
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File buletin_pn_12_2_2006_76-82_reny.pdf
 (109  KB)
[download]
16
Memprediksi Hutan Indonesia 2009-2014

Oleh: Langgeng Prima Anggradinata
Pilpres 2009 sudah dekat. Nasib kita lima tahun ke depan, dipertaruhkan dalam pesta demokrasi terbesar di Indonesia tersebut. Demikian pula nasib hutan kita. Kelangsungan hidup hutan Indonesia, ditentukan oleh siapa saja yang akan menjadi legislatif dan eksekutif.
Tanggal : 2009-07-01
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File langgeng.pdf
 (317  KB)
[download]
17
HUTAH UNTUK HUTAN, HUTAN UNTUK MANUSIA

Kita semua tahu: hutan bukan hanya paru-paru bumi. Ia juga rumah bagi berjenis-jenis satwa dan tumbuhan. Dalam kandungannya, tersimpan berbagai mineral dan hasil tambang yang siap dimaslahatkan bagi kesejahteraan umat manusia. Tidak hanya untuk hari ini, tapi juga sampai jauh ke masa depan. Anugerah Tuhan yang Maha Esa berupa sumber kekayaan alam yang serba guna ini harus dikelola sehingga fungsinya terpelihara sepanjang masa, begitu pula kemampuannya untuk memperbarui diri. Karena itu, sumber daya alam yang tidak terbarukan pun harus digunakan sehemat mungkin.
Tanggal : 2009-07-01
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File 4732-hutah-untuk-hutan-hutan-untuk-manusia.pdf
 (319  KB)
[download]
18
Harta Terpendam Hutan Tropis

Setiap tahun, negara ini menyuplai sekitar 80 persen kebutuhan rotan dunia. Dari jumlah itu, sekitar 90 persen rotan dihasilkan dari hutan tropis di pulau Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.
Tanggal : 2009-04-15
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File Harta Terpendam Hutan Tropis.doc
 (47  KB)
[download]
19
Buah Naga dan Manfaatnya

Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah jadi mencolok sekali di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Thang loy orang Vietnam ini kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit (buah naga).

Tanggal : 2009-04-15
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File Buah Naga.doc
 (43  KB)
[download]
20
HUTAN, JENIS HUTAN DAN MANFAATNYA

Hutan mempunyai jasa yang sangat besar bagi kelangsungan makhluk hidup terutama manusia. Salah satu jasa hutan adalah mengambil karbon dioksida dari udara dan menggantimya dengan oksigen yang diperlukan makhluk lain. Maka hutan disebut paru-paru dunia. Jadi, jika terlalu banyak hutan yang rusak, tidak akan ada cukup oksigen untuk pernapasan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, yang dimaksud dengan hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan

Tanggal : 2009-04-08
E-mail : admin@dishut.jabarprov.go.id
Pilih File hutan-jenis-hutan-dan-manfaatnya.doc
 (49  KB)
[download]

Tanggal : Jum'at, 4 Januari 2008
E-mail :
Pilih File ./data/sosialisasi/jamurTiram.flv

<<Pertama <<Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya>> Terakhir>>

Link

Polling

  Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
1 - 5 pohon
5 - 10 pohon
10 - 15 pohon
lebih dari 15 pohon
tidak menanam pohon