Elang Jawa Kembali Nikmati Alam Bebas Gunung Halimun Salak

Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS) bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta kembali melepasliarkan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi). Satwa yang merupakan salah satu burung endemik Pulau Jawa ini, masuk dalam kategori terancam punah (Endangered).

Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) KLHK telah menetapkan satwa ini sebagai satwa prioritas sejak tahun 2010.

"Pelepasliaran satwa ini, merupakan salah satu program prioritas Ditjen KSDAE dalam meningkatan populasi satwa terancam punah di alam," ujar Kepala Sub Direktorat Penangkaran Puja Utama, yang mewakili Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, di Bogor, (26/10/2018). Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak secara rutin melaksanakan kegiatan pelepasliaran satwa, khususnya Elang Jawa yang sudah melalui proses rehabilitasi.

Kepala Balai TNGHS, Awen Supranata menyampaikan bahwa selain Elang Jawa, beberapa satwa juga dilepasliarkan. Diantaranya yaitu 1 ekor Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus), 4 ekor Kucing Hutan (Prionailurus bengalensis), 1 ekor Musang (Paradoxurus sp), 2 ekor Landak Jawa (Hystrix javanica), dan 6 ekor Ular Sanca (Phyton reticulatus).

"Elang jawa dan Elang Brontok merupakan satwa serahan sukarela dari masyarakat, yang berhasil direhabilitasi di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) yang dikelola Balai TNGHS. Sedangkan satwa lainnya, direhabilitasi oleh Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur dibawah Pengelolaan Balai KSDA DKI Jakarta," tutur Awen.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKSDA DKI Jakarta Ahmad Munawir menyampaikan sejumlah kriteria penentuan lokasi pelepasliaran.

"Kondisi habitat, tutupan sarang, aksesibilitas, potensi keberadaan pakan, menjadi beberapa hal yang menjadi indikator penilaian," jelasnya.

Lokasi yang dipilih untuk pelepasliaran, berada dalam unit pengelolaan TNGHS, yaitu Resort PTN Gunung Salak II, Seksi Pengelolaan TN Wilayah II Bogor.

Program seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan, dengan dukungan para pihak, baik sektor pemerintah, swasta, LSM, akademisi, dan masyarakat. Hal ini juga merupakan modal utama untuk kelestarian hutan, dan keragaman hayati khususnya di kawasan TNGHS.



Sumber ( http://ppid.menlhk.go.id/siaran_pers/browse/1596)

  >> Ke Indeks Berita 

Link

Polling

  Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
1 - 5 pohon
5 - 10 pohon
10 - 15 pohon
lebih dari 15 pohon
tidak menanam pohon