KEARIFAN LOKAL PETANI SENGON DALAM MENANGKAL HAMA ULAT KANTONG

Oleh : Suhartono

Balai Litbang TeknologiAgroforestry

 

            JawaBarat adalalah salah satu provinsi dengan potensi hutan rakyat terbesar diPulau Jawa. Keberadaan hutan rakyat sangat membantu dalam memenuhi kebutuhanluasan hutan pada suatu daratan karena semakin menurunnya potensi hutan negara.Disamping itu, kebutuhan bahan baku kayu untuk berbagai industri pada saat inisudah tidak bergantung kepada produksi kayu dari hutan negara maka pengembanganhutan rakyat menjadi salah satu solusi dalam pemenuhuan kebutuhan industritersebut.

            Salahsatu komoditi hutan rakyat yang menjadi primadona petani adalah tanaman jenissengon. Jenis ini mampu tumbuh dengan baik pada berbagai ketinggian walaupunhabitat aslinya berasal dari dataran rendah. Perkembangan tanaman sengon rakyatsemakin luas dan masif oleh masyarakat. Selain ditanam secara campuran banyakjuga yang menanam secara monokultur. Tanaman ini dapat dipanen dalam waktu yangtidak terlalu lama. Cukup menunggu 5-7 tahun tanaman sengon sudah bisa menjadipundi-pundi uang. Prospek itulah yang membuat banyak petani bahkan pengusahaberalih kepada budidaya sengon.

            Seiringdengan perkembangan waktu, pola penanaman sengon secara monokultur menimbulkandampak kurang baik bagi lingkungan. Munculnya berbagai hama sengon sepertiuter, karat furu dan ulat kantong diduga karena pola penanaman yang monokultur.Selain itu, perhatian masyarakat terhadap hama penyakit tanaman tahunan belumintensif seperti pada tanaman semusim. Kurangnya sosialisasi dan penyuluhanoleh pemerintah ataupun swasta sebagai pengguna jasa dari hutan rakyat dalampengendalian hama penyakit juga membuat petani lalai dalam masalah ini.

            Namundemikian, di Desa Sidamulih Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis sebagianpetani hutan rakyat sudah banyak yang sadar terhadap masalah hama yangmengganggu tanaman sengon khususnya hama ulat kantong. Menurut pengamatanpenulis, akhir-akhir ini hama ulat kantong sudah sangat mengganggu tanamansengon terutama di daerah pegunungan. Serangan ulat kantong biasanya terjadipada saat tanaman berdaun muda dengan menghisap cairan pada daun tersebut sehinggaberubah warna menjadi kekuningan kemudian mengering dan gugur. Serangan biasa datanglagi ketika daun sengon mulai tumbuh kembali. Pada tanaman dewasa, serangan ulatkantong tidak langsung mematikan akan tetapi dalam jangka panjang dampak dariserangan tersebut akan mengganggu pertumbuhan tanaman.

            Denganbekal pengetahuan dan pengalaman yang terbatas, petani hutan rakyat di DesaSidamulih mulai mencoba mengendalikan tanaman dengan caranya sendiri. Beberapacara sudah dicoba antara lain dilakukan pemupukan dengan pestisida pembasmicacing tanah dan penyemprotan dengan insektisida. Namun car-cara tersebutdirasa belum efektif dalam mengendalikan hama ulat kantong. Kegagalan itu tidakmenurunkan semangat petani dalam terus berusaha mencari solusi untuk penangananhama ulat kantong yang tepat.

Pada suatu ketika entahsiapa yang memulainya, berkembanglah teknik pengendalian ulat kantong denganmenggunakan pestisida jenis insektisida tertentu. Dengan cara melukai sedikitbagian akar atau batang bagian bawah dengan golok dan kemudian memberikanbeberapa tetes (2-3 tetes) cairan pestisida pada bagian yang luka. Cara inilahyang hingga sekarang mereka anggap paling efektif dalam menangani serangan ulatkantong. Bahkan sudah ada petani yang menggunakan cara ini sebagai upayapencegahan.

Untuk kepentinganpencegahan serangan hama ulat kantong, pemberian cairan pestisida pada batanatau akar dilakukan secara periodik sebelum musim serangan ulat tiba.Pengalaman petani, ulat kantong akan menyerang pada bulan-bulan April dan Oktobersehingga pemberian pestisida dilakukan sebelum bulan-bulan tersebut. Hasilnyacukup menggembirakan, tanaman sengon yang sudah dilakukan pencegahan tidakterkena serangan ulat kantong.Berikut cara-cara sederhana yang dapatdiaplikasikan terkait pengendalian hama ulat kantong pada tanaman sengonmenurut pengalaman petani di Desa Sidamulih.

-         Pertama jika terjadi serangan dandipastikan penyebabnya adalah hama ulat kantong, pengobatan dapat segeradilakukan dengan pelukaan pada bagian akar atau batang bagian bawah;

-         Teteskan pestisida jenis insektisida 2-3tetes pada bagian luka dan biarkan sehingga zat aktif ikut terangkut dengan airdan menyebar ke seluruh bagian tanaman;

-         Amati dan tunggu hasilnya beberapa harisetelah tindakan penanganan;

-         Untuk keperluan pencegahan cara inidilakukan secara periodik bisa 2-3 kali dalam setahun menjelang musim daun muda.

Apayang telah dilakukan petani di Desa Sidamulih merupakan bentuk kearifan lokaldalam pengendalian hama hutan rakyat. Teknik pengendalian seperti inisebenarnya sudah banyak dilakukan oleh petani hutan rakyat di daerah lain.Caranya sangat beragam, ada yang dilakukan dengan cara mengebor batang sengonkemudian memasukkan obat kedalamnya. Ada pula yang menyiramkan larutan pestisidake akar dengan tujuan agar dapat terserap oleh tanaman.

Pertumbuhan tanaman sengon yang telah terserang hama ulatkantong, nampak kritis dan tidak normal

 

 

Secarailmiah proses penanganan hama dengan cara-cara tersebut diatas dapatdijelaskan. Pelukaan pada bagian akar atau batang bagian bawah baik dengangolok atau dengan menggunakan bor dimaksudkan untuk membuka jaringan xylem padakayu. Jaringan ini berfungsi mengangkut zat-zat makanan yang diserap oleh akaruntuk dimasak pada daun. Dengan dimasukkannya zat pestisida ke dalam bagianyang dilukai maka zat-zat tersebut akan ikut terangkut dan sampai kejaringan daun.Dengan demikian pada daun tanaman menjadi terkandung zat pestisida, sehinggaketika datang serangan, ulat kantong tidak memakannya.

Bagian akar yangdilukai untuk memasukkan cairan pestisida

 

 

Dalamhal kegiatan praktis di lapangan, harus diakui bahwa petani lebih cerdas karenasetiap hari mengamati dan berinteraksi langsung dengan tanaman. Suatu keputusanyang dianggap paling efisien dalam penggunaan teknologi sudah melewati berbagaiproses percobaan dan pengamatan hasil sehingga diperoleh suatu cara yangdianggap paling efisien danefektif walaupun secara teoritis mereka tidak memahaminya Mengapa dan bagaimana prosestersebut sehingga dapat efektif mengendalikan hama ulat kantong pada tanamansengon. 


 


 



Sumber  : Surili Dishut Jabar Provinsi Jawa Barat
Penulis  :
File  : ---
Telah Dibaca  : 52 Kali

  >> Ke Indeks Sorotan Kita 

Link

Polling

  Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
1 - 5 pohon
5 - 10 pohon
10 - 15 pohon
lebih dari 15 pohon
tidak menanam pohon


Home   Contact   Email   LogIn



Copyright © 2019 Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat