Selamat Datang di Website Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat
Peta Situs  Kontak    Mail    Login   
Kamis,   29 September 2016
 
BEKAS LOKASI BANJIR BANDANG GARUT DIUSULKAN JADI RUANG TERBUKA
Rabu, 28 September 2016

Liputan6.com, Garut - Pemerintah Kabupaten Garut masih terus mengkaji kelayakan lokasi bencana banjir bandang Garut ditempati kembali oleh warga terdampak. Usai berdiskusi dengan Bupati Garut Rudy Gunawan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei merekomendasikan lokasi tersebut digunakan sebagai ruang publik berupa taman terbuka. Berdasarkan sejarah, Willem menyebutkan daerah Garut pernah terendam banjir besar pada masa kolonial Belanda pada 1921. Daerah bantaran sungai atau sempadan sungai, lanjut dia, adalah daerah kekuasaan sungai yang suatu saat pasti banjir.
BANJIR GARUT SEBUAH PELAJARAN MENJAGA DAS
Rabu, 28 September 2016

Antarajawabarat.com - Banjir menjadi pelajaran berharga bagi manusia bagaimana menjaga ekosistem alam. Jika pohon-pohon besar di bukit ditebangi dan diganti dengan tanaman lain yang mempunyai kemampuan lebih rendah menjaga air maka ancaman banjir menjadi semakin nyata. Inilah yang terjadi di Garut, Jawa Barat, saat hujan besar terus mengguyur dan limpahan air Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri menjadi banjir bandang yang menerjang kawasanTarogong Kidul, tepatnya ke arah Rumah Sakit Umum Daerah Garut dan pemukiman yang ada sepanjang Sungai Cimanuk.
PENJAGA KELESTARIAN HUTAN BAMBU DI TEPI SUNGAI CILIWUNG
Selasa, 27 September 2016

DEPOK, (PR).- Di bawah rimbun hutan bambu sengatan panas matahari Kota Depok tak terasa lagi. Padahal, posisi matahari tegak lurus di atas langit. Gemericik air berpadu dengan gelak tawa sejumlah anak yang berenang di aliran sungai sungai berwarna cokelat. Mereka tampak mengumpulkan batu dengan menggunakan ban. Seorang anak memanjat pohon yang batangnya melintang di atas sungai. Desir angin menyapa tubuh sang anak yang asik melihat temannya berenang.
KRITISNYA 4.000 HEKTAR HUTAN LINDUNG PENYEBAB BANJIR BANDANG GARUT
Senin, 26 September 2016

GARUT, KOMPAS.com - Penyebab banjir bandang di Garut, yang terjadi pada Selasa (20/9/2016) malam adalah curah hujan yang tinggi selama 4 jam berturut-turut. Namun, selain itu, daerah tangkapan hujan di hulu juga menjadi penyebabnya. Saat ini, hutan-hutan di kawasan hulu juga mulai beralih fungsi. "Dari 59.000 hektar, ada sekitar 10 persen atau 4.000 hektar yang masuk kategori kritis dan sangat kritis. Sementara di luar hutan lindung ada 3.000 hektar," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Bambang Hendroyono di Garut, Kamis (22/9/2016).
POLRI LACAK PERUSAK HUTAN YANG SEBABKAN BANJIR BANDANG GARUT
Senin, 26 September 2016

VIVA.co.id - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut penyebab utama banjir bandang di Kabupaten Garut sebagai dampak rusaknya kawasan hutan di hulu Sungai Cimanuk. Atas itu, ia mengingatkan agar ada upaya rehabilitasi dan penindakan terhadap para pelakunya. "Kami akan menegakkan hukum sambil berjalan, yang jelas saat ini fokus pada proses evakuasi korban," ujar Tito dalam kunjungan ke Posko Bencana Alam Polres Garut, Jumat, 23 September 2016.


Berita

Bekas Lokasi Banjir Bandang Garut Diusulkan Jadi Ruang Terbuka
Rabu, 28 September 2016

Banjir Garut Sebuah Pelajaran Menjaga DAS
Rabu, 28 September 2016

Penjaga Kelestarian Hutan Bambu di Tepi Sungai Ciliwung
Selasa, 27 September 2016

Kritisnya 4.000 Hektar Hutan Lindung Penyebab Banjir Bandang Garut
Senin, 26 September 2016

Polri Lacak Perusak Hutan yang Sebabkan Banjir Bandang Garut
Senin, 26 September 2016

1 2 3 4 5
 
Sorotan Kita
ALASAN MISTIS SOEKARNO PILIH 17 AGUSTUS 1945
Selasa, 16 Agustus 2016

Merdeka.com - 17 Agustus 1945 merupakan waktu yang sakral bagi bangsa Indonesia. Saat itu, Presiden RI pertama, Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia yang sekaligus menjadi tonggak baru perjalanan bangsa yang terdiri dari berbagai macam suku itu. Berbekal secarik kertas yang berisi tulisan tangan naskah proklamasi, Bung Karno dengan didampingi Moch Hatta, mengumandangkan proklamasi tanda lepasnya bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa asing.





Polling
  Menurut Anda Populasi pohon di Kota Bandung
Sangat Banyak
Cukup Banyak
Kurang Banyak
Sedikit
Sangat Kurang


Peta Kawasan Hutan
Pelayanan



 

Copyright © Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat