KLHK SIAP RESMIKAN PERPUSTAKAAN KAYU NOMOR SATU DI DUNIA (XYLARIUM BOGORIENSE)
Selasa, 25 September 2018


Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu, 19 September 2018. Kini masyarakat dapat mengetahui jenis kayu di seluruh Indonesia, tanpa harus keliling Indonesia. Hal ini dapat diketahui dengan mengunjungi Xylarium Bogoriense, yaitu sebuah “perpustakaan kayu” yang dikelola oleh Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK, di Bogor. "Selain sebagai wujud pendokumentasian jenis kayu, Xylarium juga bermanfaat sebagai bahan rujukan utama dalam identifikasi kayu, karena memiliki informasi ilmiah seperti nama lokal, nama ilmiah, keragaman jenis, dan persebaran jenis kayu," tutur Dwi Sudharto, Kepala Pusat Litbang Hasil Hutan, BLI KLHK, saat jumpa pers di Bogor (18/09). Dijelaskannya, hingga Juli 2018, diantara perpustakaan kayu lainnya di dunia, Xylarium Bogoriense menempati peringkat keempat dengan jumlah 67.864 spesimen kayu.
PENGUATAN OPERASIONALISASI KPH UNTUK KELESTARIAN HUTAN
Selasa, 25 September 2018


Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Minggu, 23 September 2018. Dalam rangka menjaga kelangsungan fungsi hutan, perlu dilakukan upaya memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan. Upaya ini merupakan bagian dari operasional Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebagai unit pengelola hutan di tingkat tapak. Sebagai bentuk evaluasi pengelolaan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), KLHK melaksanakan Rapat Evaluasi Perkembangan Operasionalisasi KPHP Tahun 2018 di Yogyakarta beberapa waktu lalu, yang dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL), Hilman Nugroho. "KPH harus memiliki kemampuan manajerial, untuk memanfaatkan secara optimal aset yang dimiliki di wilayahnya, dan punya kemampuan memasarkannya
POLHUT SAHABAT MASYARAKAT
Selasa, 25 September 2018


Kuningan, 24 September 2018. Polisi Kehutanan (Polhut) yang betugas di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas melakukan perlindungan dan pengamanan hutan. Seragam hijau-hijau adalah ciri yang melekat pada penampilan Polhut dalam tugasnya, warna hijau diambil dari warna hutan yang memang dominan memiliki warna itu. Polhut mengemban banyak tugas. Tapi secara garis besar ada tiga tugasnya. Pertama, "preemtif" yakni upaya awal untuk mencegah terjadinya tindak pidana kehutanan (tipihut). Misalnya sosialisasi, penyuluhan, pembinaan dan pendampingan masyarakat. Kedua, "preventif" yaitu upaya menutup kesempatan terjadinya tipihut. Contohnya patroli, penjagaan wilayah kerja dan identifikasi atau "groundcheck" gangguan keamanan hutan. Ketiga, "represif" adalah penegakan hukum saat terjadi tipihut seperti operasi, pengamanan barang bukti, penanggulangan konflik satwa liar serta penangkapan tersangka.
GUBERNUR EMIL RAIH PENGHARGAAN IAI
Senin, 24 September 2018


BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil meraih penghargaan dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) pada acara Musyawarah Nasional (Munas) XV, di Outdoor Pool, Hotel Grand Preanger, Bandung, Sabtu (22/9/18) malam. Penghargaan dari IAI tersebut diraih Ridwan Kamil sebagai Individu, atas upaya dan kontribusinya secara nyata dalam menata dan meningkatkan kualitas arsitektur, lingkungan, dan perkotaan. Emil, sapaan akrabnya, yang juga seorang arsitek merasa bersyukur, atas penghargaan yang dirinya terima dari IAI.
TIGA PESAN EMIL UNTUK ENAM BUPATI & WALIKOTA HASIL PILKADA SERENTAK 2018
Jum'at, 21 September 2018


BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menitipkan tiga pesan untuk enam Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota Hasil Pilkada Serentak pada 27 Juni 2018 lalu. Hal itu diungkapkan Emil, sapaan akrabnya, dalam pidato pelantikan keenam kepala daerah tersebut di Gedung Merdeka, Jl. Asia Afrika Kota Bandung, Kamis (20/9/18). "Kami menitipkan pesan-pesan. Yang pertama, adalah jadilah pemimpin yang mencintai rakyat, jadilah pemimpin yang melayani rakyat bukan dilayani rakyat," ujar Emil.



Berita

KLHK Siap Resmikan Perpustakaan Kayu Nomor Satu di Dunia (Xylarium Bogoriense)
Selasa, 25 September 2018

Penguatan Operasionalisasi Kph Untuk Kelestarian Hutan
Selasa, 25 September 2018

Polhut Sahabat Masyarakat
Selasa, 25 September 2018

Gubernur Emil Raih Penghargaan IAI
Senin, 24 September 2018

Tiga Pesan Emil Untuk Enam Bupati & Walikota Hasil Pilkada Serentak 2018
Jum'at, 21 September 2018

200 peneliti Asia Tenggara bahas flora fauna tropis
Jum'at, 21 September 2018

Luhut canangkan gerakan nasional rehabilitasi mangrove
Jum'at, 21 September 2018

1 2 3 4 5
 
Sorotan Kita
"SI PENYENGAT" DARI HUTAN ITU DAUN PULUS
Kamis, 13 September 2018

Pulus (Laportea stimulans, syn. Dendrocnide stimulans syn. Urtica stimulans) adalah tumbuhan pohonan yang banyak ditemukan di daerah hutan hujan tropis dataran rendah di sebagian Indonesia. Sebarannya cukup luas termasuk di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Pulus (wood nettle, stinging nettle) termasuk dalam famili Urticaceae sehingga berkerabat dekat dengan tumbuhan Jelatang atau Jelutung (Girardina palmata). Di beberapa daerah, Pulus juga sering disebut Jelatang. Walaupun secara fisik sebetulnya tanaman ini berbeda karena Jelatang memiliki daun berbentuk menjari seperti daun pepaya, berbentuk perdu dan memiliki duri di sekujur tubuhnya sampai ke batang.

Link

Polling

  Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
1 - 5 pohon
5 - 10 pohon
10 - 15 pohon
lebih dari 15 pohon
tidak menanam pohon