INDONESIA DAN AUSTRALIA JAJAKI KERJASAMA PENGHITUNGAN PERDAGANGAN PASAR KARBON
Rabu, 12 Desember 2018


Trubus.id -- Perdagangan karbon dengan mekanisme pasar atau singkatnya pasar karbon bisa membantu Indonesia mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Untuk mekanisme perwujudan hal tersebut Indonesia - Australia telah melakukan kerjasama dalam bidang penghitungan karbon yang akhirnya tertuang dalam Indonesia National Carbon Accounting System (INCAS). Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, Indonesia mendapatkan dukungan dari Australia terkait perubahan iklim dalam INCAS atau Indonesia National Carbon Accounting System. Hal itu diungkapkan Siti di Sekretariat Delegasi Indonesia (Delri) dalam Konferensi Iklim PBB COP 24 di Katowice, Polandia.
TEKNOLOGI PACU PRODUKTIVITAS HUTAN
Rabu, 12 Desember 2018


Katowice - Optimalisasi ilmu dan teknologi di sektor kehutanan bisa memacu produktivitas hutan sekaligus meningkatkan serapan karbon yang berdampak baik pada upaya pengendalian perubaham iklim. Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Noer Adi Wardojo mengatakan, Indonesia sudah menerapkan teknologi terbaru sektor kehutanan mulai dari perencanaan. Pemerintah memanfaatkan teknologi citra satelit resolusi tinggi untuk mengimplementasikan kebijakan Satu Peta. "Ini langkah korektif pemerintah untuk memperkuat kepastian kawasan hutan dan mencegah tumpang tindih perizinan," kata Noer Adi saat diskusi panel di Paviliun Indonesia, pada Konferensi Perubahan Iklim (COP UNFCCC) ke-24, di Katowice, Polandia, Senin (10/12) waktu setempat.
CITARUM AKADEMI BAKAL TANAM 5.000 BIBIT BAMBU
Rabu, 12 Desember 2018


BANDUNG - Citarum Akademi bakal menanam 5.000 bibit bambu dalam satu bulan ke depan. Langkah awal, puluhan bibit bambu telah ditanam di kawasan Bandung Zoo, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Selasa (11/12/2018). Penasihat Citarum Akademi yang juga pegiat tanaman bambu Mastok Suprianto mengatakan, kali ini pihaknya menanam sekitar 69 bibit bambu. Penanaman melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung.
ANEKA PRODUK DAN TEKNOLOGI KEHUTANAN DIPAMERKAN DI GEDUNG NEGARA
Rabu, 12 Desember 2018


CIREBON-Aneka produk dan teknologi kehutanan dipamerkan lewat ajang gelar produk dan teknologi hasil hutan selama dua hari, Sabtu-Minggu (8-9/12). Aneka makanan olahan dari jamur juga ditampilkan. Mulai pempek jamur, gepuk jamur hingga aneka jenis madu hutan. Ketua panitia Ending Casdika mengatakan, gelar produk dan teknologi hasil hutan bertujuan menjadi ajang silaturahmi dan diskusi insan kehutanan. Selain itu, sebagai unjuk program kegiatan dan capaian kehutanan dijabat, transformasi edukasi hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu. “Kita juga mengenalkan produk-prouduk kehutanan non kayu,” ujar Ending kepada Radar Cirebon.
PASAR EKSPOR KOPI JABAR HARUS DIPERLUAS
Rabu, 12 Desember 2018


BANDUNG-Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi mengatakan ekspor kopi dapat menambah devisa negara karena kedepannya kopi akan menjadi unggulan ekspor non migas nasional. "Potensi ekspor kopi masih luas. Saat ini pasar kopi kita hanya Jepang, Taiwan dan Belanda, ada negara lain tapi belum digarap dengan serius. BI akan mendorong perluasan pasar kopi ini," katanya dalam kegiatan program sosial Bank Indonesia pemberian Saranan dan prasarana produksi kopi di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (9/11).



Berita

Indonesia dan Australia Jajaki Kerjasama Penghitungan Perdagangan Pasar Karbon
Rabu, 12 Desember 2018

Teknologi Pacu Produktivitas Hutan
Rabu, 12 Desember 2018

Citarum Akademi Bakal Tanam 5.000 Bibit Bambu
Rabu, 12 Desember 2018

Aneka Produk dan Teknologi Kehutanan Dipamerkan di Gedung Negara
Rabu, 12 Desember 2018

Pasar Ekspor Kopi Jabar Harus Diperluas
Rabu, 12 Desember 2018

Indonesia-Inggris Perkuat Kerja Sama di Sektor LHK
Senin, 10 Desember 2018

Akademi Citarum Gandeng Mahasiswa Lestarikan Lingkungan
Kamis, 6 Desember 2018

1 2 3 4 5
 
Sorotan Kita
MENGENAL MACAN TUTUL JAWA DENGAN CARNIVAL
Kamis, 6 Desember 2018

Indonesia memlikiki keanekaragaman satwa yang berlimpah namun sekaligus juga memiliki tingkat ancaman kepunahan yang tinggi, mendorong para ahli konservasi untuk segera melakukan langkah nyata untuk mencegah kepunahan atau paling tidak menurunkan tingkat ancaman terhadap satwa-satwa tersebut. Salah satu satwa terancam punah yang dimiliki Indonesia adalah macan tutul jawa (Panthera pardus melas) merupakan satwa endemik pulau jawa. Dalam daftar IUCN 2012 mengenai spesies-spesies terancam, macan tutul jawa termasuk kategori kritis (critically endangered kategori C2ai), dan termasuk kategori Appendix 1 dalam CITES. Di Inronesia, macan tutul jawa termasuk satwa dilindungi dalam UU No. 5 tahun 1990 dan PP. no. 7 tahun 1999, dimana sejak tahun 1970 macan tutul jawa termasuk satwa dilindungi berdasarkan SK Mentan No. 421/Kpts/Um/8/1970 (tertulis: Felis pardus). Penilaian Penilaian status macan tutul jawa telah diberikan oleh IUCN sejak tahun 1978 dengan status vulnerable, 1988 berstatus Threatened, 1994 berstatus Indeterminate, dan pada tahun 1996 brestatus genting (endangered spesies) kategori C2a.

Link

Polling

  Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
1 - 5 pohon
5 - 10 pohon
10 - 15 pohon
lebih dari 15 pohon
tidak menanam pohon