MEMANFAATKAN BAMBU SEBAGAI SALAH SATU POTENSI HUTAN RAKYAT
Senin, 15 Oktober 2018


Banjar, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jumat, 12 Oktober 2018. Bambu merupakan salah satu produk Hasil Hutan Bukan Kayu yang memberikan nilai ekonomi dan ekologi yang cukup tinggi bagi rakyat. Bambu juga memiliki potensi yang sangat banyak dengan prospek yang menjanjikan. Bambu merupakan salahsatu komoditas yang dihasilkan dari Hutan Rakyat. Hutan Rakyat yang merupakan bagian dari Perhutanan Sosial, tumbuh di atas tanah yang dibebani hak atas tanah atau hak lainnya yang dimiliki oleh rakyat. "Terkait hal ini, Kementerian LHK memberikan dukungan untuk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial dalam bentuk pendampingan, baik penguatan kelembagaan maupun pemasarannya," ujar Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL), Bambang Supriyanto.
KLHK GELAR KONSULTASI PUBLIK PERLINDUNGAN SISTEM PENYANGGA KEHIDUPAN
Jum'at, 12 Oktober 2018


Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis, 11 Oktober 2018. Untuk menjaring berbagai masukan dari para pihak terkait dan memastikan peraturan disusun melalui proses terbaik, KLHK bekerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) menyelenggarakan Konsultasi Publik membahas Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Perlindungan Sistem Penyangga Kehidupan di Jakarta. (11/10) Dalam arahannya, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno menegaskan bahwa peraturan ini harus mempunyai cita rasa dan menjawab terhadap kondisi lapangan. "Sistem Penyangga kehidupan harus mencakupi semua tipe ekosistem mulai dari pegunungan, daratan sampai pantai/laut, serta memperhatikan sociocultural, dan biodiversity", tegas Wiratno.
SEMANGAT MEMBANGUN WISATA ALAM DAN BUDAYA DI LEBAK CIHERANG
Jum'at, 12 Oktober 2018


Tapos, 9 Oktober 2018. Makin "ngetren", "Back to nature", atau kembali ke alam, semakin banyak diminati masyarakat. Hal ini disebabkan karena kejenuhan dengan kehidupan perkotaan yang monoton dan kombinasi dari semakin baiknya infrastruktur dan pendapatan masyarakat kota. Persaingan pengusahaan wisata di berbagai tempat kian hari kian seru. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang sedang gandrung dengan "back to nature" Balai Besar TNGGP terus mengupayakan kegiatan yang bersifat "win-win solution" dengan masyarakat, satu diantaranya pemanfaatan potensi wisata alam di Lebak Ciherang (LBC) melalui kerjasama dengan masyarakat dan desa. Berawal dengan masuknya kawasan hutan lindung dan hutan produksi menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) tahun 2003, dimulailah perjuangan keras mengeluarkan mantan peserta Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) di blok Lebak Ciherang. Pada tahun 2015, sebanyak 22 orang, keluar meninggalkan garapannya di hutan secara sukarela dan membentuk kelompok tani hutan (KTH) LBC Lestari.
PEMERINTAH KONSISTEN PERANGI KEJAHATAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
Rabu, 10 Oktober 2018


Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa, 9 Oktober 2018. Kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan yang dilakukan oleh korporasi secara tersistematis tidak hanya menghancurkan ekosistem, mengganggu kesehatan masyarakat, menimbulkan kerugian negara, namun juga menurunkan kewibawaan negara. Indonesia telah merasakan bagaimana dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengganggu kesehatan, kegiatan pendidikan dan perekonomian, serta adanya protes dari negara tetangga akibat pencemaran asap lintas batas beberapa tahun lalu. "Pemerintah sangat serius.", ujar Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani kepada media di Jakarta (8/10/2018). Dirinya melanjutkan bahwa keseriusan pemerintah dapat dilihat dari konsistensi dan ketegasan KLHK dalam menindak pelaku kejahatan lingkungan secara intensif dalam tiga tahun terakhir dimana 518 korporasi telah dikenakan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah, pembekuan dan pencabutan izin, 519 kasus pidana diproses dan dibawa ke pengadilan, serta 18 perusahaan digugat perdata.
DI HARI BATIK NASIONAL, INDRAMAYU LUNCURKAN BATIK MANGROVE RAMAH LINGKUNGAN
Rabu, 3 Oktober 2018


Trubus.id -- Setiap tanggal 2 Oktober, rakyat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Hari ini pun kerap dijadikan momentum bagi masyarakat untuk melestarikan budaya batik yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia ini. Sebagai upaya dalam melestarikan kain batik, sekaligus melestarikan lingkungan pesisir, Pertamina RU VI Balongan bekerja sama dengan kelompok Jaka Kencana (Rumah Berdikari) menciptakan inovasi dengan menghasilkan batik dengan motiv mangrove jenis Rhizophora sp dan Criops sp.



Berita

Memanfaatkan Bambu Sebagai Salah Satu Potensi Hutan Rakyat
Senin, 15 Oktober 2018

KLHK Gelar Konsultasi Publik Perlindungan Sistem Penyangga Kehidupan
Jum'at, 12 Oktober 2018

Semangat Membangun Wisata Alam Dan Budaya Di Lebak Ciherang
Jum'at, 12 Oktober 2018

Pemerintah Konsisten Perangi Kejahatan Lingkungan Hidup Dan Kehutanan
Rabu, 10 Oktober 2018

Di Hari Batik Nasional, Indramayu Luncurkan Batik Mangrove Ramah Lingkungan
Rabu, 3 Oktober 2018

Gelar Rakernas 2018, DKN Dukung Program Pembangunan Kehutanan
Rabu, 3 Oktober 2018

Sultan : pengelolaan hutan dibarengi pemberdayaan masyarakat
Senin, 1 Oktober 2018

1 2 3 4 5
 
Sorotan Kita
"SI PENYENGAT" DARI HUTAN ITU DAUN PULUS
Kamis, 13 September 2018

Pulus (Laportea stimulans, syn. Dendrocnide stimulans syn. Urtica stimulans) adalah tumbuhan pohonan yang banyak ditemukan di daerah hutan hujan tropis dataran rendah di sebagian Indonesia. Sebarannya cukup luas termasuk di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Pulus (wood nettle, stinging nettle) termasuk dalam famili Urticaceae sehingga berkerabat dekat dengan tumbuhan Jelatang atau Jelutung (Girardina palmata). Di beberapa daerah, Pulus juga sering disebut Jelatang. Walaupun secara fisik sebetulnya tanaman ini berbeda karena Jelatang memiliki daun berbentuk menjari seperti daun pepaya, berbentuk perdu dan memiliki duri di sekujur tubuhnya sampai ke batang.

Link

Polling

  Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
1 - 5 pohon
5 - 10 pohon
10 - 15 pohon
lebih dari 15 pohon
tidak menanam pohon