PULIHKAN HULU DAS CITARUM, BUTUH 24 JUTA BIBIT POHON
Rabu, 11 Desember 2019


BANDUNG- Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat membutuhkan sekitar 24 juta bibit pohon untuk memulihkan lahan kritis di sepanjang hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Epi Kustiawan, DAS Citarum yang memiliki luas 600 ribu hektare dari Cisanti sampai Muara Gembong, Bekasi, memiliki lahan kritis seluas 199 ribu hektare yang terbagi dalam beberapa hulu DAS. "Diluar kawasan 62 ribu hektare dibutuhkan 24 juta bibit pohon, kebutuhan 24 juta diluar kebutuhan Jawa Barat sedang diusahakan pencarian sumber pendanaanya, dikolaborasikan dari berbagai sumber pendanaan, bisa saja melalui CSR, atau mungkin dari dana desa," kata Epi, dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Selasa (10/12).
GERAKAN NASIONAL PENANAMAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (GNPDAS) TAHUN 2019
Senin, 9 Desember 2019


Senin (9/12). Gerakan Nasional Penanaman Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) Tahun 2019. GNPDAS2019 dilaksanakan di Kawasan Bandung Utara (KBU) tepatnya di Blok Caringin Tilu, Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Dengan GNPDAS 2019 ini dimaksudkan untuk mengurangi lahan kritis di Jawa Barat khususnya KBU yang masuk dalam DAS Citarum. GNPDAS 2019 dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil, Kementerian lhk, Kodam III Siliwangi serta instansi terkait lainnya. Jumlah pohon yg ditanam sebanyak 17.000 pohon.
PEMDAPROV JABAR TANAM 17.150 POHON DI CARINGIN TILU
Senin, 9 Desember 2019


KAB. BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memulai Gerakan Nasional Pemulihan DAS tahun 2019 di Jabar dengan menanam 17.150 pohon Blok Caringin Tilu, Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Senin (9/12/19). Caringin Tilu merupakan lahan kritis yang masuk Kawasan Bandung Utara (KBU). Gerakan Nasional ini akan menanam 25 juta pohon di lahan kritis seluruh Jabar yang akan dimasifkan pada 2020. "Jadi, kalau tidak ada halangan awal tahun depan kita akan mencanangkan penanaman 25 juta pohon di seluruh lahan kritis di Jawa Barat dan (hari ini) kita mulai di KBU," ujar Gubernur.
PEMPROV JABAR LUNCURKAN APLIKASI E-TANAM
Senin, 9 Desember 2019


KAB. BANDUNG- Bagian dari upaya untuk mengatasi lahan kritis di Jawa Barat , Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kehutanan meluncurkan inovasi digital dengan nama E-Tanam. Menurut Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil, aplikasi tersebut memiliki kegunaan untuk memetakan lahan kritis yang ada di Jabar serta dilengkapi dengan peta digital yang berfungsi menginformasikan titik-titik lahan kritis. Sehingga, lahan yang sudah dinyatakan kritis tersebut akan dilakukan penanaman kembali. "Kita punya aplikasi e-tanam itu untuk mengajak warga berpartisipasi dan mengetahui hasil tanamannya itu bisa dicek atau di pantau melalui aplikasi ini," kata Gubernur, dalam Gerakan Serentak Penanaman Pohon di Cimenyan, Kabupaten Bandung, Senin (09/12)
PENGHARGAAN DENGAN KATEGORI BEST COMMITMENT TO DATA TRANSPARENCY
Jum'at, 6 Desember 2019


Jumat (6/12) Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat menerima penghargaan dengan kategori Best Commitment To Data Transparency dalam acara Jabar Digital and Innovation Awards 2019 Penghargaan diberikan oleh Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Ir. H. Epi Kustiawan, M.P. Dalam acara Jabar Digital Innovation Awards 2019 dilakukan juga launching aplikasi Sapawarga yang berfungsi mempermudah masyarakat dalam penyampaian aspirasi, penyebaran informasi, serta mendapatkan layanan publik secara digital.



Jumat (6/12) Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat menerima penghargaan dengan kategori Best Commitment To Data Transparency dalam acara Jabar Digital and Innovation Awards 2019 Penghargaan diberikan oleh Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Ir. H. Epi Kustiawan, M.P. Dalam acara Jabar Digital Innovation Awards 2019 dilakukan juga launching aplikasi Sapawarga yang berfungsi mempermudah masyarakat dalam penyampaian aspirasi, penyebaran informasi, serta mendapatkan layanan publik secara digital.

SOROTAN

BUDIDAYA KAPULAGA : KEGIATAN DI HUTAN RAKYAT YANG MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT DESA KALIJAYA, KABUPATEN CIAMIS
Jum'at, 28 Juni 2019

A. Compactum, yang di Indonesia dikenal sebagai kapulaga, memiliki beberapa nama lokal diantaranya, kapulogo (Jawa), kapol (Sunda), karkolaka (Bali),dan garidimong (Sulawesi Selatan). Tanaman kapulaga saat ini ditanam dan dihasilkan secara komersial terutama di Jawa Barat dan Sumatera bagian selatanSebagai tanaman yang telah dibudidayakan secara komersial di Jawa Barat, kapulaga secara umum dibudidayakan di bawah tegakan tanaman pokok. Sebagai tanaman bawah kapulaga mempunyai banyak manfaat baik secara ekologi maupun ekonomi. Secara ekologi sangat bermanfaat diantaranya untuk menahan erosi dan meningkatkan infiltrasi air tanah. Manfaat ekonomi kapulaga secara umum sudah dirasakan oleh petani karena harga yang cukup tinggi. Pada tahun 2018 kisaran harga kapulaga kering Rp. 80.000 - 120.000,-/kg.

Index Sorotan

AGENDA
M S S R K J S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31        


Polling

  Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
1 - 5 pohon
5 - 10 pohon
10 - 15 pohon
lebih dari 15 pohon
tidak menanam pohon

Home   Contact   Email   LogIn



Copyright © 2019 Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat