Lapangan Panas Bumi Kamojang Terbaik di Dunia

Lapangan panas bumi Kamojang, Jawa Barat, yang dikelola Pertamina sejak 1983 merupakan yang terbaik di dunia lantaran uap yang dikeluarkan sangat kering (very dry) dan kelembabannya sangat rendah. Pertamina, melalui anak usahanya. Pertamina Geothermal Energy (PGE), pun terus akan mengembangkan potensi panas bumi di Kamojang dari kapasitas saat ini yang sebesar 200 MW menjadi 1.000 MW di masa datang.

Kondisi uap yang sangat kering dan kelembabannya sangat rendah tersebut memungkinkan uap untuk langsung masuk ke turbin dan tidak perlu chemical treatment demi mendapatkan kualitas uap yang bagus. "Kendati memiliki kualilas baik, pihak PGE tetap memonitor kualitas uap yang dihasilkan sumur produksi secara periodik." ujar General Manager PT PGE Area Kamojang Harry Zaelani kepada INDOPOS.

Tni untuk mengecek kandungan uap. seperti kandungan kimia, lumpur dan material lain yang dapat mengurangi kinerja mesin pembangkitan ataupun merusak peralatan pembangkitan," lanjut Harry.

Sistem pembangkitan PLTP Kamojang adalah sistem pembangkitan yang memanfaatkan tenaga panas bumi berupa uap. Uap tersebut diperoleh dari sumur-sumur produksi yang dibuat Pertamina. Uap dari sumur produksi mula-mula dialirkan ke steam receiving header. Fungsinya menjamin pasokan uap agar tidak mengalami gangguan meskipun terjadi perubahan pasokan dari sumur produksi.

Kemudian, melalui flow meter, uap tersebut dialirkan ke unit 1. unit 2. dan unit 3 melalui pipa-pipa. Uap tersebut dialirkan ke separator untuk memisahkan zat-zat padat, silica, dan bintik-bintik air yang terbawa di dalamnya.

Selanjutnya, uap yang telah melewati separator tersebut dialirkan ke demister yang berfungsi sebagai pemisah akhir. Uap yang telah bersih itu kemudian dialirkan melalui main steam valve (MSV)-govemor valve menuju turbin. Di dalam turbin, uap tersebut berfungsi untuk memutar double flow condensing yang dikopel dengan generator, pada kecepatan 3.000 ipm.

Proses ini menghasilkan energi listrik dengan arus 3 fasa, frekuensi 50 Hz. dengan tegangan 11 .S KV. Selanjutnya, melalui transformer step-up. ams listrik dinaikkan tegangannya hingga 150 KV, selanjutnya dihubungkan secara paralel dengan sistem penyaluran Jawa-Bali (interkoneksi) Jawa-Bali,di mana mengembangkan danmemproduksi energi geothermal berupa uap dan energi listrik. Uap disalurkan melalui pipa oleh PT PGE Kamojang untuk dipasok sebagai pemutar turbin PLTP milik PT Indonesia Power.

Potensi panas bumi diyakini masih menyimpan potensi sangat besar. Untuk itu PGE terus mengebor sumur baru. PGE saat ini saja melakukan pengeboran untuk pengoperasian PLTP Kamojang unit 5 dengan kapasitas 50 MW pada 2014. Harry Zaelani menjelaskan, rencananya ada lima sumur yang dibor. "Kapasitas Kamojang-5 ini lebih rendah dibanding Kamojang-4 yang mencapai 60 MW," katanya.

Kapasitas PLTP Kamojang saat ini sebesar 200 MW. Terdiri atas empat unit yakni PLTP Unit 1 dengan produk-si 30 MW, unit 2 dan 3 masing-masing kapasitas 55 MW, yang dimiliki dan dioperasikan oleh PLN. Serta, PLTP unit 4 sebesar 60 MW dimiliki dan dioperasikan oleh PT PGE.

Sebanyak 200 MW yang dipasok dari PLTP Kamojang itu 140 MW di antaranya berupa uap yang dipasok ke Indonesia Power (anak perusahaan PT PLN) dan 60 MW berupa listrik yang langsung dipasok kepada PLN.

Selain Kamojang, pada dasarnya potensi panas bumi di Indonesia masih sangat banyak. Guna menggarap kekayaan alam itu. PGE terus berupaya keras mengembangkan sebagai tenaga listrik.

Direktur Utama PGE Abadi Poernomo mengatakan, untuk mengembangkan PLTP di Indonesia dengan kapasi-tas terpasang 1.000 MW dana yang dibutuhkan mencapai Rp 1,8 triliun.

Menurut Abadi, pihaknya tengah menjajaki pinjaman pendanaan dari berbagai pihak. "Sumberdana itu pinjaman dari Inggris. Prancis. Jerman. Jepang, dan Bank Dunia. Targetnya, penambahan pasokan listrik 1.000 Megawatt pada 2014," katanya.

Dalam waktu dekat, kata dia, pembangkit listrik panas bumi yang akan segera digarap yaitu Karaha Bodas dengan kapasitas 30 Megawatt. Selanjutnya, akan dibangun juga di berbagai sumber panas bumi yang sudah ada yaitu Lahendong di Sulut. Sibayak. Ulubelu di Lampung. Lumutbalai. Hululais. Ko-tamubagu. dan Sungai Penuh di Jambi.

Menurut dia. dengan Keputusan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 32/2010, harga jual listrik dari PLTP ke PLN dipatok sebesar 9,7 sen per KWH. Dengan demikian, pembangunan PLTP itu sudah sangat layak.

Tapi yang masih menjadi kendala adalah jangkauan jaringan dari PLN untuk mencapai titik-titik PLTP yang letaknya tidak bisa terlalu jauh dari sumber panas bumi. Selain itu, belum adanya interkoneksi di seluruh Sumatra dan pulau lainnya serta interkoneksi Jawa-Sumatra "Kita akan lihat dulu mana yang memungkinkan bisa digarap lebih dulu, karena listrik yang dihasilkan juga harus disalurkan." jelasnya.

Salah satu kendala pengembangan panas bumi, menurut dia, adalah kendala tumpang tindih penggunaan lahan karena hampir 60 persen cadangan panas bumi Pertamina Geothermal berada di hutan konservasi yang menurut Undang-Undang Hutan Konservasi tidak bisa diganggu.

Pertamina Geothermal Energy (PGE). anak perusahaan PT Pertamina (Persero), berdiri sejak 2006. Pemerintah telah mengamanatkan PGE untuk mengembangkan 15 Wilayah Kerja Pengusahaan Geothermal di Indonesia. Perusahaan yang menyediakan energi tanpa polusi ini, 90 persen sahamnya dimiliki PT Pertamina (Persero) dan 10 persen dimiliki oleh PT Pertamina Dana Ventura.

Saat ini Pertamina memiliki hak pengelolaan atas 15 Wilayah Kerja Pengusahaan (WKP) geothermal dengan total potensi 8.480 MW. Ini setara dengan 4.392 MMBOE. Dari 15 WKP tersebut. 10 WKP dikelola sendiri oleh PT PGE. yakni Kamojang 200 MW. Lahendong 60 MW. Sibayak 12 MW. Ulubelu. Lumutbalai, Hululais, Kotamubagu. Sungai Penuh dan Iyang Argopuro, serta Karahabodas. Tiga area di antaranya telah berproduksi dengan total kapasitas 272 MW setara dengan 12.900 BOEPD. Sisanya yang dikelola bersama mitra berproduksi dengan total 922 MW. (har/lumi)




Sumber ( bataviase.co.id)

  >> Ke Indeks Berita 

Link

Polling

  Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
1 - 5 pohon
5 - 10 pohon
10 - 15 pohon
lebih dari 15 pohon
tidak menanam pohon