Dinas Kehutanan Prov Jabar

Kolaborasi Dinas Kehutanan Jabar dengan APIDA Jabar Wujudkan Prov.Jabar Sebagai Pusat Madu Nasional

BANDUNG - Berdasarkan UU No. 23 tahun 2014, kewenangan pengelolaan kawasan diluar kehutanan ada di Pemerintahan Daerah. Menurut permen terbaru luas lahan kritis di Jawa Barat adalah terluas di Indonesia sekitar 911.000 Ha dimana di dalam kawasan hutannya sedikit, yang terluas ada di luar kawasan hutan yaitu kawasan lahan hutan rakyat hampir 700.000 Ha.

Hal ini terungkap pada pertemuan antara Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat dengan pengurus Asosiasi Perlebahan Indonesia Daerah Jawa Barat (APIDA Jabar) pada hari Jumat 1 Maret 2019 Jam 09.00 WIB berlangsung di kantor Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Jalan Soekarno Hatta Bandung.

"Kami ingin mengcombina lahan kritis dengan potensi hutan rakyat, agar dengan bididaya lebah ini Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) bisa lebih produkstif karena akan mengurang penebangan kayu bahkan tidak perlu nebang kayu lagi, tapi semangat penanamannya dan pemeliharaan tanaman sebagai pakan lebah akan lebih luas lagi. Dengan menanami lahan tersebut dengan jenis-jenis tanaman pakan lebah yang direkomendasikan. Ini akan menekan praktik perambahan hutan dengan memberdayakan masyarakat sekitar hutan untuk ikut membantu menjaga dan mengelola hutan secara arif dan lestari," sambutan Epi Kustiawan, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Bandung, Jumat (01/03/2019).

Turut hadir dalam acara tersebut dari unsur Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Epi Kustiawan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Suherman Kepala Bidang Bina Usaha Produksi & Usaha Kehutanan, Para Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) dari Wilayah I - IX, Kepala UPTD Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda; UPTD Sertifikasi & Perbenihan Tanaman Hutan Sumedang, UPTD Pelayanan Pengolahan Hasil Hutan Cirebon dan Akademisi dari Silvikultur ITB.

Dari APIDA Jabar hadir diantaranya Dewan Pertimbangan APIDA H. Rosjid Mansyur dan Iskandar Soelaeman, Dewan Pakar Dr. Mahani, Bidang Komunikasi & Kerjasama Asep Ruslan, Bidang Promosi & Pemasaran Yusri Satriyana, Bidang Produksi & Pengembangan Perlebahan Aris Dwi Subianto dan Bendahara Apida Jabar Rina Indriati Purnamasari.

Epi mengatakan bahwa Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat siap berkolaborasi dengan APIDA Jabar untuk menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai pusat perlebahan nasional dan lumbung madu di Indonesia.

"Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat sebagai regulator dan fasilitator siap berkolaborasi dengan APIDA Jabar untuk menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai pusat perlebahan nasional dan lumbung madu di Indonesia. Di Jawa Barat ada beberapa lahan kritis yang bisa ditanami sebagai pakan lebah dan tempat untuk budidaya lebah. Nanti APIDA Jabar dan masyarakat setempat yang akan melaksanakan budidaya lebar tersebut," ujar Epi.

"Saya garis bawahi sekali bahwa kolaborasi dan inovasi itu sangat penting. Karena kami Dinas Kehuatan tidak mungkin dapat berjalan dengan baik tanpa kolaborasi dengan pihak-pihak lain termasuk APIDA Jabar, bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan dan hutannya tetap lestari," harapan Epi.

Dewan Pertimbangan APIDA Jawa Barat H. Rosjid Mansyur sekilas memaparkan 30 tahun perkembangan perlebahan Indonesia dan di Jawa Barat khususnya, potensi sumber daya hutan di Jawa Barat, strategi keberhasilan budidaya lebah dan pemilihan pakan lebah yang produktif agar Jawa Barat bisa Bangkit dalam perlebahan.

Ada 8 Faktor agar Jawa Barat bisa bangkit dalam produksi madu yang berkualitas, yaitu :
1. Pemilihan Jenis lebah yang bisa dikembangkan oleh seluruh lapisan masyarakat
2. Jenis pakan lebah yang akan ditanam, contoh Randu jenis Kongo 2 tahun sudah berbunga atau Aren yang berbunga sepanjang tahun
3. Pemilihan lokasi dan tanah untuk tanaman pakan lebah
4. Peralatan untuk budidaya lebah harus standar
5. Produksi madu yang akan dicapai, contoh madu Propolis
6. Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan ahli dalam perlebahan
7. Pasar penjualan madu harus jelas (APIDA Jabar siap menampung hasil panen madu)
8. Dana

"Delapan faktor ini sangat berhubungan saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan satu faktor saja tidak bisa berjalan akan gagal. Lebah tidak akan bisa berkembang dengan baik tanpa campur tangan manusia. Program ini yang akan saya kembangkan di Jawa Barat. Apabila ini dihalangi, saya tidak akan mengundurkan diri tapi saya akan bergabung dengan yang akan mendukung program saya," ujar H. Rasjid (84 tahun) dengan penuh semangat.

Dewan Pakar APIDA Jabar Dr. Mahani yang juga Dosen di Fakultas Teknologi Industri Pangan (FTIP) UNPAD, menjelaskan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) di Jawa Barat dan kebutuhan masyarakat saat ini terhadap madu adalah peluang untuk meningkatkan daya saing bisnis di Indonesia dan dunia.

"Provinsi Jawa Barat adalah Gudangnya ahli perlebahan, ahli madu dan ahli produk perlebahan. Sebagai contoh SNI tahun 2018 yang baru keluar tentang madu, konseptornya semua dari Jawa Barat, ketua Tim Dr. Mahani dari Cirebon, Anggota tim Dr. Sahlan dosen Teknik Kimia Univesitas Indonesia (UI) dari Garut dan Dr. Yelin Adelina Balitbang Hutan dari Bogor," Penjelasan Mahani.

"Kalau perlebahan atau permaduan di Jawa Barat ini tidak maju rasanya kita malu sama daerah lain, Jadi ini kesempatan besar. Karena dari sisi alam, SDM dan sebagainya Jawa Barat tidak kurang sedikitpun. Jadi kalau misalnya ada sesuatu yang menyebabkan produksi hasil perlebahan di Jawa Barat kurang, mungkin semangat kita kurang atau semangat kerjasama kita atau konsolidasi kita kurang," kata Mahani.

Mahani juga mempresentasikan tentang Prospek Bisnis Budidaya Lebah Tanpa Sengat Jenis Trigona SP yaitu ‘STUP LEBAH TRIGONA - Mesin Uang Sahabat Lingkungan’.

Keuntungan Budidaya Lebah Trigona SP yaitu :
1. Tidak perlu perawatan intensif
2. Tidak perlu digembala
3. Tidak perlu peralatan khusus
4. Tidak perlu takut disengat
5. Dapat dibudidayakan di perkotaan (Urban Bee)

Perusahaan yang saya kelola CV. Nutrima Sehatalami Jalan Panorama 5 RT.005 RW.005 Kelurahan Sindang Barang Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor Telp. (0251) 8423291, siap menampung hasil madu dari para petani, saat ini kebutuhan madu Trigona 3 ton/bulan,” ujarnya pula.

Di ujung pertemuan, kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat menambahakan.

"Diharapkan selepas pertemuan ini, APIDA Jabar dapat berkunjung ke seluruh wilayah CDK yang ada di Jawa Barat untuk berkoordinasi terkait persiapan pakan lebah dan budidaya lebah ini. Karena dengan budidaya lebah ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan, diantaranya hutan akan lestari karena tanaman hutan akan terjaga dan masyarakat akan meningkat kesejahteraannya dengan budidaya lebah penghasil madu," pungkas Epi. (Arus)



Sumber ( http://www.sinarpaginews.com/nasional/17426/kolaborasi-dinas-kehutanan-jabar-dengan-apida-jabar-wujudkan-provjabar-sebagai-pusat-madu-nasional.html)

Telah Dibaca:2694 Kali


Polling

  Berapa banyak pohon yang anda tanam dalam setahun?
1 - 5 pohon
5 - 10 pohon
10 - 15 pohon
lebih dari 15 pohon
tidak menanam pohon

Home   Contact   Email   LogIn



Copyright © 2019 Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat