
Bandung – Memasuki musim kemarau, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat melakukan penyesuaian pada kegiatan rutin Jumat Menanam menjadi Jumat Pemeliharaan. Penyesuaian ini dilakukan sebagai bentuk upaya menjaga tingkat keberhasilan tanaman yang telah ditanam agar tetap tumbuh dengan baik di tengah kondisi cuaca yang minim curah hujan.
Perlu diketahui, kegiatan pemeliharaan bukanlah program baru. Sejak awal pelaksanaan Jumat Menanam, pemeliharaan telah menjadi bagian penting dalam rangkaian pengelolaan tanaman. Perbedaannya, pada musim kemarau ini kegiatan pemeliharaan menjadi fokus utama karena kondisi lingkungan memerlukan perhatian lebih agar tanaman mampu bertahan dan berkembang secara optimal.

Jumat Pemeliharaan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, seperti penyiraman tanaman, penyiangan gulma, pendangiran tanah, pemupukan apabila diperlukan, penggantian ajir yang rusak, serta pemeriksaan kondisi tanaman. Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk memastikan setiap pohon yang telah ditanam memiliki peluang hidup yang tinggi hingga tumbuh menjadi pohon yang kuat.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak berhenti pada proses menanam. Keberhasilan penghijauan ditentukan oleh komitmen untuk terus merawat tanaman setelah ditanam. Dengan pemeliharaan yang dilakukan secara rutin, manfaat ekologis yang diharapkan, seperti menjaga kualitas udara, meningkatkan resapan air, serta mendukung keanekaragaman hayati, dapat terwujud secara berkelanjutan.
Melalui Jumat Pemeliharaan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa setiap pohon yang telah ditanam merupakan investasi jangka panjang bagi lingkungan. Menanam adalah langkah awal, sedangkan merawat adalah wujud tanggung jawab bersama demi mewujudkan hutan yang lestari dan masa depan yang lebih hijau bagi generasi mendatang.
Penulis: Rini Andriani



