
Bandung - Kasus kebakaran masih kerap terjadi di berbagai wilayah akibat minimnya pemahaman masyarakat terhadap proses terjadinya api. Para ahli keselamatan kebakaran menjelaskan bahwa pemahaman terhadap konsep segitiga api dapat menjadi langkah awal untuk mencegah kebakaran sejak dini.
Segitiga api adalah model yang menggambarkan tiga unsur utama penyebab munculnya api, yaitu bahan bakar, oksigen, dan panas. Ketiga unsur tersebut hadir secara bersamaan sebagai proses pembakaran, namun ketiadaan salah satu unsur akan menghentikan nyala api secara otomatis.
Bahan bakar mencakup segala materi yang mudah terbakar, seperti kayu, kertas, kain, gas, maupun cairan kimia. Oksigen berperan sebagai unsur pendukung reaksi pembakaran yang tersedia secara alami di udara. Sementara itu, panas berfungsi sebagai pemicu awal yang menaikkan suhu bahan bakar hingga mencapai titik nyala.
Cara pencegahan kebakaran berdasarkan segitiga api, petugas kehutanan menyarankan sejumlah langkah pencegahan yang dapat diterapkan untuk mengurangi resiko kebakaran di lingkungan alam seperti hutan dan lahan:
- Petugas menganjurkan untuk langkah pertama pencegahan dengan mengamankan bahan mudah terbakar yang ada di alam seperti ranting kering, dedaunan, dan semak yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
- Masyarakat diimbau untuk tidak membakar lahan sembarangan yang tujuannya membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat musim kemarau.
- Masyarakat yang beraktivitas di hutan dan lahan harus lebih peka terhadap lingkungan sekitar seperti memperhatikan kebersihan dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan, membuat api unggun di kawasan yang membahayakan, dan harus menggunakan api dengan bijak.
- Petugas memantau titik panas secara berkala dengan menggunakan sistem pemantauan titik panas untuk mendeteksi potensi kenakaran.
Dengan menghilangkan salah satu unsur dalam segitiga api, seperti memutus pasokan oksigen atau bahan bakar, risiko kebakaran dapat ditekan secara signifikan. Edukasi ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat lebih faham mengenai segitiga api dapat terus disosialisasikan agar masyarakat semakin siap menghadapi potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar.
Penulis: Muhamad Afrizal dan Safri Yasid Zulfi



