Hero section image background

Sosialisasi Budidaya dan Pengolahan Kopi Dorong Pemulihan Lahan Kritis dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Kaasan Bandung Utara

Kamis, 25 Juni 2026

Produk Hasil Hutan

142

Postingan ini dilihat

2

Postingan ini dibagikan

Poster post Sosialisasi Budidaya dan Pengolahan Kopi Dorong Pemulihan Lahan Kritis dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Kaasan Bandung Utara

Bandung, 18 Juni 2026 — Upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan melalui pengembangan kopi berbasis agroforestri. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Budidaya dan Pengolahan Kopi yang diselenggarakan oleh P2HH bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Kuningan di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Kamis (18/6).

Kegiatan tersebut diikuti oleh kelompok tani hutan, petani kopi, dan komunitas Jaga Leuweung setempat. Dinas Kehutanan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan tutupan lahan, pengembangan hilirisasi produk kopi, serta peningkatan nilai tambah dan transaksi ekonomi kelompok tani hutan di kawasan Bandung Utara.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai budidaya kopi, pengolahan pascapanen, hingga strategi pengembangan usaha kopi yang berkelanjutan. Hadir sebagai narasumber, Cahyadi selaku Petani Muda Jawa Barat dan Randy, seorang ecopreneur yang aktif mengembangkan produk berbasis kopi dan lingkungan.

Cahyadi menekankan pentingnya membangun ekosistem kopi yang terintegrasi mulai dari proses budidaya hingga pemasaran produk. Menurutnya, keberhasilan usaha kopi tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan petani dalam mengakses pasar.

“Sebagus apapun produknya kalo misal kita udah ada market nya itu yang lebih keren. jadi ekosistem kopi berbasis agroforestry ini tuh mulai dari hulu, pengolahan, sampai ke hilirisasinya. tentunya yang kita jual bukan produk mentah tapi prodak yang bernilai tambah”

Sementara itu, Randy mengajak para petani untuk mulai melihat potensi ekonomi dari limbah hasil pengolahan kopi. Salah satu produk yang dapat dikembangkan adalah cascara, yaitu kulit buah kopi yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Mungkin untuk para teman teman petani bahwa kita juga punya potensi ekonomi dari apa yang namanya limbah contohnya seperti cascara, jadi harapannya mungkin kepada teman-teman yang lain bisa juga mengolah limbah tersebut menjadi suatu produk yang lebih bernilai”

Selain meningkatkan kapasitas petani, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya rehabilitasi lahan kritis melalui penanaman kopi di kawasan hutan dan lahan masyarakat. Sistem agroforestri dinilai mampu memberikan manfaat ganda, yaitu menjaga fungsi ekologis kawasan sekaligus memberikan sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar hutan.

Perwakilan Jaga Leuweung Kabupaten Bandung Utara, Tatang, menyampaikan bahwa berbagai program penanaman kopi yang telah dilakukan mulai menunjukkan hasil positif dalam mengurangi luas lahan kritis di wilayah tersebut.

“Di Kabupaten Bandung Utara masih banyak lahan kritis. Namun, dengan adanya berbagai program yang berjalan, sebagian lahan sudah ditanami kopi. Ke depan kami akan terus melakukan sosialisasi penanaman kopi agar lahan di Mekarmanik dan kawasan Bandung Utara menjadi lahan yang produktif serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan petani kopi,” 

Ia juga berharap Desa Mekarmanik dapat berkembang menjadi salah satu sentra kopi unggulan di kawasan Bandung Utara yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan praktik budidaya dan pengolahan kopi yang baik, meningkatkan kualitas produk, serta memanfaatkan potensi hilirisasi dan ekonomi sirkular untuk mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Penulis: Dhivalia Aura Cahya Saputri