
Bandung, 7 Februari 2026 – Pasar Pasisian Leuweung, atau yang lebih dikenal sebagai Pasar Leuweung, merupakan ruang gelar produk berbasis kawasan hutan yang mempromosikan kekayaan lokal dan keanekaragaman hayati Jawa Barat. Program yang diinisiasi Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat ini hadir bukan sekadar sebagai pasar, melainkan sebagai ruang kolaborasi antara masyarakat dan hutan dalam balutan konsep ekonomi berkelanjutan.
Pasar Pasisian Leuweung dirancang sebagai wadah pemasaran bagi produk-produk unggulan Kelompok Tani Hutan (KTH) yang berbasis ekonomi berkelanjutan. Produk yang ditampilkan beragam, mulai dari hasil hutan, olahan pangan lokal, kerajinan tangan, hingga produk kreatif berbasis sumber daya alam yang dikelola secara lestari. Tidak hanya mengandalkan pemasaran secara langsung (offline), program ini juga mendorong transformasi digital sehingga produk KTH mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform daring.
Di Pasar Pasisian Leuweung, selain produk hasil hutan, pengunjung bisa menemukan beragam stan yang menawarkan banyak pilihan. Banyak UMKM lokal yang menghadirkan stan makanan dan minuman, pakaian, kerajinan tangan, serta berbagai produk kreatif lainnya.
Beragam kegiatan pendukung pun turut memeriahkan Pasar Leuweung, seperti pertunjukan seni budaya, edukasi lingkungan, diskusi interaktif, hingga aktivitas kreatif bagi keluarga dan generasi muda. Keberagaman ini membuat Pasar Leuweung menjadi tempat yang menarik untuk berbelanja.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, menyampaikan bahwa, “Pasar Leuweung merupakan salah satu langkah konkrit kami dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kami ingin membangun kesadaran akan kekayaan alam di sekitar kita dan sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.”
Pelaksanaan Pasar Pasisian Leuweung dilakukan setiap bulan pada minggu awal, dengan penyesuaian berdasarkan kesiapan penyelenggara. Awalnya kegiatan ini melibatkan delapan CDK yang digelar secara bergiliran, namun pada tahun ini rencananya akan dialihkan menjadi dua kawasan utama, yakni Tahura dan Bekasi, sehingga pelaksanaan bisa lebih rutin setiap bulannya, tergantung kondisi dan situasi di lapangan. Setiap pelaksanaan dirancang tidak hanya sebagai ajang transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai program yang meningkatkan siklus pembangunan berkelanjutan, sehingga terciptanya “Hutan yang Lestari dan Masyarakat Sejahtera.”
Pasar Pasisian Leweung tidak hanya menjadi agenda bulanan, tetapi juga langkah strategis dalam memperkuat ekonomi berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian hutan Jawa Barat.
instagram @pasarleuweung_jabar
Penulis: Fachira Izzeti Munev



